Kemampuan Calon Kepala Daerah Akomodir Kepentingan Pemilih, Amankan Lumbung Suara Musi Rawas dan Lubuk Linggau

Sabtu 07 Sep 2024 - 21:47 WIB
Reporter : MUHAMMAD YASIN
Editor : SULIS

KORANLINGGAUPOS.ID - Peneliti Sumatera Initiative Research & Consulting, Eka Rahman mengatakan menjawab pertanyaan tentang bagaimana mengamankan ‘lumbung suara’ bagi calon kepala daerah (wako/wawako dan bupati/wakil bupati) dalam Pilkada 2024.

Sebelum melakukan itu, kata Eka Rahman, tentu harus memahami dahulu apa yang dimaksud dengan lumbung suara. 

“Pengertian lumbung suara sebagai ‘dominasi pemilih terbanyak’, bisa dalam pengertian jumlah penduduk, etnisitas, segmen pemilih berdasarkan usia, berdasarkan afiliasi pilihan pada pemilu terakhir 2024,” katanya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 7 September 2024.

Misalnya, dalam konteks usia pemilih generasi millenial (Gen Z dan Gen Y) hari ini adalah mayoritas dalam DPS.

BACA JUGA:Ingatkan KPU Terkait Verifikasi Berkas Balon Kepala Daerah

BACA JUGA:KPU Sumsel Jelaskan Lanjutan Hasil Tes Kesehatan Calon Kepala Daerah Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Muratara

Demikian halnya dalam konteks Pilkada Musi Rawas, Kecamatan Megang Sakti dengan penduduk lebih kurang 42.000 adalah lumbung suara dalam persfektif daerah maupun etnisitas (Etnis Jawa).

Tetapi siapa yang berani meng-garansi bahwa pemilih etnis Jawa di Megang Sakti adalah loyalis Suwarti atau Suprayitno? 

Malah sebaliknya, jika kontruksi Bapaslon Ramah Pro dan Suthan adalah Megang Sakti, Purwodadi Tugumulyo sebagai daerah asal Hj. Suwarti dan Suprayitno serta Muara Beliti dan TPK adalah basis pemilih Hj. Ratna Machmud dan Thamrin Hasan.

Justru daerah di luar itu seperti wilayah Musi dan STL Ulu Terawas menjadi lumbung suara yang sebenarnya karena jumlah pemilihnya dominan.

BACA JUGA:Daftar Nama-Nama yang Bakal Calon Kepala Daerah Pilkada Serentak 2024 di Sumatera Selatan

BACA JUGA:Calon Kepala Daerah di Sumsel Ikut Pemeriksaan Kesehatan, Begini Penjelasan Pihak RSMH Palembang

Analogi lain terkait kekuatan kursi/suara parpol pendukung Bapaslon HRW/Imam Senen (ROIS) yaitu Golkar, PKB, PDIP, PBB vs Bapaslon YOK teRUS yaitu Nasdem, Gerindra, PKS, Demokrat dan Hanura secara keseluruhan jumlah suara parpol pendukung ROIS unggul hampir 3000 suara. 

Maka, kata Eka Rahman, bisa diasumsikan pemilih Partai Golkar, PKB, PDIP, PBB adalah lumbung suara bapaslon ROIS, dan sebaliknya pemilih Partai Nasdem, Gerindra, PKS, Demokrat dan Hanura adalah lumbung suara bapaslon YOK teRUS.

Tetapi kemudian apakah bisa dipastikan pemilih parpol dalam pemilu 2024 akan ‘sebangun dan searah’ dengan pilihan pada Pilkada 2024? 

Kategori :