MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Petani di Desa Rejosari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas(Mura), segera memasuki musim tanam padi, setelah sebelumnya mereka melakukan panen raya beberapa bulan yang lalu.
Salah satunya Dimas, saat dijumpai dirinya tengah sibuk melakukan penyemprotan hama keong mas dilahan sawahnya.
Menurutnya hal ini sangat penting dilakukan karena hama ini sangat mengganggu tanaman padi, apalagi tanaman padi nya baru ditanam.
Dimas yang kesehariannya juga sebagai seorang guru honorer di salah satu SMKN di Kota Lubuk Linggau ini mengaku, jika sepulang dari sekolah atau Sabtu tidak ada jam mengajar, ia menghabiskan waktunya di sawah, untuk mengurus sawah.
BACA JUGA:Ini yang Dilakukan Petani di Muis Rawa Agar Tanaman Kembang Kol Hasil Panennya Berlimpah
BACA JUGA:Petani di Musi Rawas Jarang Jual Gabah, Pemilik Penggilingan Padi Giling Padi Hasil Tanaman Sendiri
Apa lagi seperti saat ini rata-rata para petani di Desa Rejosari melakukan persiapan musim tanam padi serentak, bahkan ada beberapa petani sudah mulai menanam tanaman padi.
Dirinya menambahkan untuk sawah yang dimilikinya itu seluas setengah hektar, dengan luas lahan tersebut jika tanaman padinya normal itu mampu memproduksi gabah sebanyak 15 sampai 19 karung permusimnya. Itu jika normal.
"Namun saat musim tanam kemarin itu kami hanya mampu memproduksi sekitar 7 karung saja, karena tanaman padi kami terserang penyakit kerdil rumput, padinya itu tidak mau tinggi dan berkembang," ungkapnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 22 Februari 2025.
Tanaman padi yang terserang virus kerdil rumput biasanya menunjukan gejala penghambatan pertumbuhan , anakannya banyak daunnya menjadi pendek dan sempit dan tumbuhnya tegak serta memiliki warna hijau pucat atau kuning pucat.
BACA JUGA: Petani Desa Rejosari Musi Rawas Uji Coba Bibit Phoenix, Ini Tujuannya
BACA JUGA:Pemerintah Tetapkan Harga Gabah Petani di Desa Mataram Kabupaten Musi Rawas Sambut Baik
Bahkan seringkali pada daunnya terdapat bintik-bintik atau bercak coklat tua, daunnya kadang-kadang tetap hijau jika diberikan pupuk nitrogen yang cukup.
"Padahal pupuk yang diberikan itu sudah banyak, penyemprotannya juga sudah dilakukan, mudah-mudahan musim tanam kali ini tidak lagi terulang lagi seperti musim tanam kemarin," harapnya.
Untuk musim tanam kali ini dirinya mencoba menggunakan bibit ciherang, dengan harapan hasilnya dapat maksimal.