KORANLINGGAUPOS.ID- Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.
Salah satu hal yang beliau tekankan dalam menyambut bulan suci Ramadan ini adalah pentingnya mendoakan orang tua dan guru yang telah wafat, sebagai bentuk penghormatan serta bakti kepada mereka yang telah berjasa dalam kehidupan kita.
Dalam sebuah pengajian dan reuni ex-Washington yang berlangsung di rumah dinas Menteri Agama di Jakarta Selatan, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa doa anak yang saleh merupakan amalan yang akan sampai kepada orang tua mereka yang telah berpulang ke rahmatullah.
BACA JUGA:41 Daftar Titik Lokasi Rukyatul Hilal Awal Ramadan 1446 H/2025 M di Pulau Sumatera
“Jika kita mencintai orang tua kita, setelah salat jangan lupa untuk membacakan Surah Al-Fatihah bagi mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Mereka akan mendapatkan manfaat dari doa tersebut,” ujar Nasaruddin Umar pada Sabtu 22 Februari 2025, sebagaimana dikutip Koranlinggaupos.id dari laman kemenag.go.id.
Beliau menambahkan bahwa guru-guru yang pernah mengajari kita, terutama dalam hal keagamaan, juga termasuk dalam kategori “orang tua spiritual”.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengingat dan mendoakan mereka.
BACA JUGA:Program Ramadan 2025 dari Kemenag, Pembelajaran Membaca Kitab Kuning Gen-MKing
Dengan doa yang tulus, kita bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka yang telah berpulang, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis.
Menteri Agama juga menggambarkan betapa berharganya doa bagi orang-orang yang telah meninggal.
Beliau mengibaratkan mereka seperti pengemis di alam barzakh yang menanti kiriman doa dari anak-anak dan murid-muridnya.
“Pada hari Jumat, mereka berkumpul, menunggu doa yang dibacakan oleh khatib dalam khutbah kedua.
BACA JUGA:Libur Ramadan 2025, Kemenag Imbau Madrasah di Musi Rawas Adakan Program Peningkatan Imtak