KORANLINGGAUPOS.ID - Kita sering sulit membedakan, mana daging tumbuh yang tidak berbahaya, atau tumor yang bisa berbahaya. Untuk itu, kita mesti paham apa perbedaan keduanya.
DIKUTIP dari alodokter, daging tumbuh umumnya merujuk pada pertumbuhan jaringan berlebih di permukaan tubuh, seperti kutil, skin tag, atau jaringan parut yang menonjol. Kondisi ini biasanya bersifat jinak dan jarang menimbulkan risiko serius. Sedangkan, tumor bisa jinak atau ganas sehingga memerlukan perhatian lebih.
Agar tidak keliru membedakan, daging tumbuh dan tumor bisa dibedakan berdasarkan penyebab serta ciri-cirinya.
Ciri-ciri daging tumbuh, biasanya muncul sebagai benjolan kecil di kulit akibat pertumbuhan berlebih pada jaringan kulit atau mukosa yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti gesekan, perubahan hormon, faktor usia, genetik, hingga gangguan metabolik.
BACA JUGA:Daging Sapi Segar Masih Jadi Primadona, Penjualan Stabil di Pasar Bukit Sulap
BACA JUGA:Minat Daging Frozen Menurun Usai Lebaran, Penjual Tetap Optimistis Layani Pembeli
Beberapa ciri daging tumbuh yang tergolong jinak dan tidak berbahaya lainnya berukuran kecil, bisa lunak atau agak keras, dan warnanya mirip kulit atau sedikit lebih gelap. Ukurannya tidak bertambah besar dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain.
Biasanya tidak menimbulkan keluhan nyeri, terletak di bagian yang sering terkena gesekan atau lipatan, seperti leher, ketiak, pangkal paha, dan di bawah payudara.
Sementara tumor terjadi akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali di dalam tubuh.
Pada kondisi normal, sel-sel tubuh membelah dan mati secara teratur untuk menggantikan sel yang rusak. Namun, pada tumor, proses ini mengalami gangguan sehingga sel terus tumbuh dan menumpuk, membentuk benjolan atau massa jaringan. Tumor terbagi menjadi jinak dan ganas (kanker) dengan beberapa ciri yang perlu diperhatikan.
BACA JUGA:Harga Daging Sapi di Pasar Inpres Kembali Normal
BACA JUGA:Harga Daging Kembali Stabil Pasca Lebaran, Pedagang di Pasar Bukit Sulap Ramai Diserbu Pembeli
Bentuknya bervariasi, dapat lunak atau keras, dan pertumbuhannya sering kali lebih cepat dibanding daging tumbuh.
Tumor jinak tidak menyebar, tapi tumor ganas (kanker) dapat menyerang jaringan sekitar dan mengancam fungsi organ lain disertai nyeri, perubahan warna atau bentuk kulit di area benjolan, permukaan mudah luka dan berdarah, luka sulit sembuh, hingga penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Beberapa contoh tumor jinak adalah lipoma dan fibroma. Sedangkan, contoh daging tumbuh yang disebabkan oleh tumor ganas yaitu kanker kulit (melanoma), kanker payudara, atau kanker lainnya.