Begini Cara Pendekatan Efektif Agar Remaja Tak Merokok
Psikolog Daniel Wicaksono, M. Psi - Foto : Dok. Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID — Perilaku merokok di kalangan remaja Indonesia masih menjadi tantangan serius bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat luas.
Menurut Psikolog Daniel Wicaksono, M. Psi, pencegahan perilaku merokok tidak cukup hanya dengan pelarangan atau hukuman.
Ia mengatakan menurut psikolog dibutuhkan pendekatan psikologis yang menyeluruh, empatik, dan membangun.
Daniel menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua untuk menjelaskan bahaya merokok.
BACA JUGA:Ayah dan Anak Kompak Jual Video Porn0 Lewat Medsos, Segini Penghasilannya
BACA JUGA:Sedang Main, Seorang Anak di Lubuk Linggau Hampir Dipatuk Ular Sepanjang Sekitar 1 Meter
"Remaja cenderung penasaran dan suka bereksperimen, jadi pendekatan yang menakut-nakuti sering kali tidak efektif. Sebaliknya, edukasi yang jujur, relevan, dan dikaitkan dengan dampak langsung pada kehidupan mereka bisa jauh lebih memengaruhi," jelasnya.
Ia menyarankan penyampaian informasi berbasis pengalaman atau studi kasus nyata, seperti kisah orang yang terkena dampak dari rokok, dapat menyentuh aspek emosional dan empati remaja.
Daripada hanya mengatakan "jangan merokok", Daniel menyarankan orang tua untuk membantu remaja mencari aktivitas positif yang memperkuat identitas mereka.
"Ketika remaja merasa bahwa mereka memiliki masa depan yang bermakna dan jalan hidup yang bisa mereka banggakan, mereka akan lebih enggan melakukan hal-hal yang merusak diri sendiri," tuturnya.
BACA JUGA:Rahasia Ampuh Hentikan Perilaku Negatif Anak ala Psikolog Azka G. Nabila, M.Psi
BACA JUGA:Anak Kadus di Muratara Nyaris Diculik, Berikut Penjelasan Camat dan Kapolsek
Contoh kegiatan yang bisa dikembangkan antara lain kelas seni dan musik, klub olahraga atau kegiatan fisik, program kepemimpinan atau kerja sukarela atau kegiatan positif lainnya.
Menurut Daniel, banyak remaja mulai merokok karena kurangnya ruang aman untuk mengekspresikan diri.