Tim 1 Patriot UNDIP Cek Kondisi Pustu UPT 2 Trans Air Balui Muba, Nakes Ungkap 2 Tantangan Berat
Kondisi Puskesmas Pembantu UPT 2 Trans Air Balui saat dikunjungi Tim 1 Patriot UNDIP diketuai Dr. L. M. Sabri, S.T., M.T Kamis 29 Agustus 2025-Foto: Dok. Pemkab Muba-
MUBA, KORANLINGGAUPOS.ID - Tim 1 Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kunjungan pra-survei ke Puskesmas Pembantu (Pustu) UPT 2 Trans Air Balui.
Kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menganalisis kondisi eksisting fasilitas kesehatan dan jangkauan layanan di Kawasan Trans SP 1 dan SP 2 Air Balui.
Kunjungan yang dilakukan bertujuan untuk, pertama, mengidentifikasi kondisi fasilitas kesehatan khususnya mengetahui kondisi fisik dan operasional Pustu, termasuk sarana dan prasarana yang ada.
Kedua, menganalisis aksesibilitas layanan kesehatan yaitu mendapatkan informasi mengenai aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, seperti Puskesmas atau Rumah Sakit.
BACA JUGA:Ketua Tim Hukum Pemkab Musi Rawas Nazaruddin Ajak Tingkatkan Kerjasama Antara Pemkab dan Wartawan
BACA JUGA:Pemain Timnas: Pratama Arhan Ajukan Cerai, Pengadilan Agama Tigaraksa Kabulkan Gugatan
Ketiga, mendengarkan masukan dari petugas kesehatan untuk mendapatkan perspektif tentang tantangan yang dihadapi.
Bidan Rina, petugas kesehatan di Pustu UPT 2, menyampaikan bahwa layanan kesehatan di Trans Air Balui menghadapi beberapa tantangan, antara lain:
1. Masyarakat mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
2. Fasilitas yang ada belum memenuhi standar pelayanan kesehatan yang optimal.
BACA JUGA:Imunisasi Pada Bayi yang dianjurkan Agar Perlindungan sang Buah Hati Lebih Optimal
Melalui riset yang akan dilakukan, Tim 1 Patriot berharap dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk perbaikan layanan kesehatan di kawasan tersebut. Tim 1 Patriot Undip Tim 1 dipimpin Ketua Tim Dr. L. M. Sabri, S.T., M.T dengan anggota Aufa Fadhil Islami, Aurelia Prawita Putri, Giananda Al Aurasesar dan Ida Maulida mengusulkan rekomendasi:
1) Rehabilitasi bangunan pustu agar sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan.
2) Meningkatkan kapasitas kader posyandu untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.