Wow, Warga Miskin di Muba Turun 19.333 Jiwa
Bupati Muba H M Toha Tohet SH mengatakan, turunnya satu digit angka kemiskinan Muba buah dari komitmen banyak pihak- Foto: Dok. Pemkab Muba-
MUBA, KORANLINGGAUPOS.ID - Menjadi sejarah baru, komitmen dari pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk menargetkan turun satu digit angka kemiskinan dicapai sesuai target yang telah diharapkan.
Dengan penurunan persentase penduduk miskin pada tahun 2025 ini, dari angka 12.88 % menjadi 9.97 % berapa di posisi tengah yang mematahkan stigma buruk yang telah melekat selama lebih dari 20 tahun. Bukan hanya keluar dari predikat salah satu Kabupaten termiskin di Provinsi Sumatera Selatan, dengan persentase penduduk miskin satu digit, untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin di Kabupaten Muba lebih rendah dari pada persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan.
Bupati Muba H M Toha Tohet SH mengatakan, pencapaian atas penurunan satu digit angka kemiskinan di Kabupaten Muba tentunya merupakan komitmen dan upaya yang secara konsisten telah dilakukan oleh Pemkab.
Program intervensi kemiskinan yang dilakukan oleh Pemkab Muba telah menyebabkan peningkatan kesejahteraan penduduk miskin dan penduduk rentan miskin di sekitar garis kemiskinan. Program intervensi kemiskinan ini juga telah berorientasi pada langkah-langkah percepatan penanggulangan kemiskinan yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulan Kemiskinan (TNP2K). Menurut TNP2K, untuk menanggulangi kemiskinan secara efektif, diperlukan program intervensi yang beragam (Multiple Interventions).
BACA JUGA:Bupati Muba Ajak Admin Medsos Jadi Mitra Strategis Pemerintah
BACA JUGA:HUT Kabupaten Muba ke-69 Diawali dengan Festival Randik
Adapun program tersebut berupa,
1. Stabilitas harga komoditas konsumsi orang miskin. Melakukan rapat TPID dan program Desa cantik serta melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga barang pokok ketika terjadi lonjakan harga.
2. Menurunkan beban pengeluaran, seperti menyalurkan Bantuan Tunai (Bantu Umak), Bantuan Permakanan Penduduk Rentan (Bakul Nasi) dan Jaminan Sosial Jamkesda.
3. Meningkatkan pendapatan melalui program Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia (Pedas Nia), KUBE/UEP, Program Keluarga Maju (PKM) dan Program Jaminan Ketenagakerjaan (Pakai Kelambu).
4. Meminimalkan wilayah kantong kemiskinan. Peningkatan akses layanan dasar seperti Jamkesda pembangunan infrastruktur, perbaikan kualitas perumahan (bedah rumah) dan peralihan listrik dari MEP ke PLN pada tahun 2024 dan 2025.
BACA JUGA:Wabup Muba Serap Aspirasi, Masyarakat Titip Harapan Pendidikan, Infrastruktur, dan Layanan Dasar
BACA JUGA:Wabup Muba : BUMD dan OPD Harus Proaktif Dukung Pemeriksaan BPK
"Alhamdulillah kita sangat bersyukur atas capaian ini, semoga kedepannya kita bisa memiliki motivasi yang sama untuk terus melakukan penurunan, memberikan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat Muba," tuturnya.