Cegah Cacingan dengan 3 Sunnah Rasul
Memotong kuku merupakan sunnah Rasulullah. Karena kuku yang panjang dapat menjadi tempat bersarangnya kotoran dan telur cacing-Foto: Dok Bincang Syariah-
KORANLINGGAUPOS.ID - Meskipun di beberapa daerah sudah banyak pemberian tablet anticacing, tetapi di daerah tertentu kejadian cacingan muncul secara tak terduga.
Kasus terakhir yang membuat heboh adalah infeksi cacing pada balita yang keluar melalui beberapa lubang tubuhnya.
Cacing perut yang menginfeksi balita tersebut ditengarai berasal dari tanah yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan bermain.
Dalam tulisannya yang dimuat dalam NU Online seorang Apoteker dan Peneliti Farmasi Yuhansyah Nurfauzi, mengungkapkan Islam adalah agama yang sangat menekankan kebersihan sebagai bagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR. Muslim).
BACA JUGA:Ketua IDI Lubuk Linggau : Anak Usia 5-12 Tahun Rentan Cacingan, Kenali Gejalanya
BACA JUGA:Kecacingan Bisa Picu Kematian, dr Kartika : Biasakan Si Kecil Cuci Tangan Pakai Sabun
Sunnah-sunnah Rasul seperti menjaga fungsi kedua tangan, memotong kuku, dan mencuci tangan bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, termasuk dalam mencegah cacingan pada anak.
Di bawah ini, kesunnahan Rasulullah yang bernilai kesehatan, khususnya dalam mencegah cacingan:
Pertama, penggunaan tangan yang tepat
Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam kitabnya yang berjudul Nurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi buku berjudul Cahaya Purnama Kekasih Tuhan menceritakan bahwa salah satu Sunnah Rasul adalah menjaga fungsi tangan kiri dan kanan sebagai berikut:
BACA JUGA:Dinas Pertanian Lubuk Linggau Cek Penyembelihan Hewan Kurban Antisipasi Cacing Hati
BACA JUGA:Usia 1 Tahun Bisa Konsumsi Obat Cacing, Ini Dosisnya
“Tangan kanan Beliau untuk makanan dan minuman, sedangkan tangan kiri Beliau untuk toilet dan kotoran-kotoran yang lain.” (Cahaya Purnama Kekasih Tuhan terjemah kitab Nurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin.
Sunnah Rasul tersebut dijelaskan Hadratussyekh ketika merinci akhlak dan perilaku Rasulullah SAW.