Sabar dan Ikhlas: Kunci Menghargai Hasil dengan Kedamaian Batin
Sabar dan Ikhlas Kunci Menghargai Hasil dengan Kedamaian Batin (Foto tidak Berhubungan dengan Artikel)--Tangkapan Layar
KORANLINGGAUPOS.ID - Salah satu tujuan utama dalam kehidupan manusia adalah menemukan kedamaian batin dan ketenangan jiwa.
Segala tindakan yang dilakukan manusia, pada dasarnya bertujuan untuk mencapai kedamaian batin.
Banyak manusia meyakini bahwa dorongan paling mendasar dalam diri manusia adalah keinginan untuk mencapai kedamaian batin.
Namun, masih saja kedamaian batin manusia bukanlah sesuatu yang mudah diraih.
BACA JUGA:Hakikat Dibalik Citra: Tantangan Memahami Batin Manusia di Era Modern
BACA JUGA:Jembatan Ladang Akhirat: Memaknai Hidup Sebagai Pilihan Manusia
Lingkungan sekitar dan berbagai peristiwa dalam hidup seringkali menjadikan kedamaian batin manusia yang penuh kegelisahan.
Dalam ajaran Islam, kedamaian batin bukanlah kondisi yang datang begitu saja, melainkan sebuah proses yang harus dijalani melalui amal dan kesadaran diri.
Sehingga manusia mencapai titik dimana ingin juga kedamaian batin dengan diri sendiri.
Berikut dikutip dari buku Islam rahmatan lil 'alamin tentang kedamaian batin yang berbunyi:
BACA JUGA:Perjuangan Tanpa Hisab: Rahasia Manusia Surga di Hadapan Allah
BACA JUGA:Keseimbangan Manusia Baik: Mengintegrasikan Kebaikan Dunia dan Akhirat
HuwalladzI anzalas sakInata fI qulubil mu'minina liyazdadu imanam ma‘a imanihim, wa lillahi junudus samawati wal ardl, wa kanallahu ‘aliman hakima
Artinya: Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana. (surat al-fath ayat 4)