Bingung, Ini KB yang Paling Aman

KB yang paling aman perlu dipahami secara menyeluruh, karena tidak ada satu metode kontrasepsi yang cocok untuk semua orang-FOTO : dok Alodokter -

KORANLINGGAUPOS.ID KORANLINGGAUPOS.ID - Wanita yang baru saja melahirkan, biasanya bingung untuk menentukan alat Kontrasepsi atau KB yang akan digunakan. Memilih metode kontrasepsi yang tepat tidak hanya memperhitungkan efektivitas, tetapi juga risiko efek samping dan kecocokan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Lalu mana KB yang aman digunakan ?

Dikutip dari Alodokter, KB yang paling aman perlu dipahami secara menyeluruh, karena tidak ada satu metode kontrasepsi yang cocok untuk semua orang. Setiap jenis KB memiliki kelebihan dan kekurangan, serta efek samping yang berbeda-beda. 

Namun ada beberapa pilihan KB yang secara umum dianggap aman dengan tingkat efektivitas tinggi. 

BACA JUGA:PAUD KB Raudhatul Jannah Tampilkan Berbagai Kostum Memeriahkan HUT HIMPAUDI ke-19

BACA JUGA:Baru 7 Kecamatan Laksanakan Pekan Pelayanan 100.000 Akseptor KB Pasca Persalinan

Kondom merupakan metode kontrasepsi yang mudah didapat dan tidak memerlukan resep dokter. Cara kerjanya adalah dengan mencegah sperma masuk ke dalam rahim, sehingga tidak terjadi pembuahan. Selain itu, kondom juga terbilang sebagai KB yang paling aman karena mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap infeksi menular seksual (IMS), baik bagi laki-laki maupun perempuan, dan tidak mengandung hormon sehingga minim risiko efek samping hormonal.

Alat kontrasepsi yang umum digunakan selain kondom adalah IUD. Ini adalah alat kecil yang dipasang di dalam rahim dan dapat digunakan selama 3–10 tahun, tergantung jenisnya. KB ini sangat efektif dan menjadi pilihan ideal untuk wanita yang ingin kontrasepsi jangka panjang tanpa perlu repot mengingat jadwal minum pil atau suntik.  IUD juga menjadi KB yang paling aman untuk ibu menyusui, serta tidak memengaruhi keseimbangan hormon tubuh sehingga efek samping KB ini biasanya ringan.

KB yang aman berikutnya adalah implan atau susuk, yaitu batang kecil yang dipasang di bawah kulit lengan. Alat kontrasepsi jenis ini mampu mencegah kehamilan hingga 3 tahun. Selain itu, kadar hormon yang dilepaskan pun rendah, sehingga risiko efek sampingnya relatif ringan dan tidak mengganggu produksi ASI.  Implan termasuk metode kontrasepsi yang praktis dan cocok untuk wanita yang ingin perlindungan jangka menengah tanpa perlu repot kontrol berkala.

KB suntik berisikan hormon progestin yang disuntikkan setiap 1–3 bulan sekali, sesuai jadwal dari tenaga kesehatan. KB suntik progestin aman untuk ibu menyusui, serta memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan jika digunakan secara konsisten. Hanya saja, penggunaannya tetap perlu dipantau agar Anda tidak lupa jadwal suntik selanjutnya. KB suntik juga bisa menimbulkan efek samping, seperti perubahan siklus haid yang menjadi tidak teratur atau terlambat.

BACA JUGA:IBI Berkolaborasi dengan Pemkot Lubuk Linggau Berikan Pelayanan KB dan Pemeriksaan IVA Gratis

BACA JUGA:Demi Menciptakan Keluarga Berkualitas di Musi Rawas, Tim Layanan KB Bergerak

Jenis KB yang paling aman berikutnya adalah pil KB progestin. Tidak hanya membantu mencegah kehamilan, pil KB juga menjadi pilihan yang aman bagi ibu menyusui karena kandungannya tidak memengaruhi produksi ASI ibu. Risiko efek samping pil KB juga cenderung lebih rendah, terutama dalam hal keluhan seperti sakit kepala atau mual. Namun, pil ini harus diminum setiap hari pada jam yang sama agar tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan bisa tetap terjaga.

Cincin vagina adalah alat kontrasepsi berbentuk lingkaran lentur berisi hormon estrogen dan progestin yang dimasukkan ke dalam vagina setiap bulan, lalu dikeluarkan setelah 3 minggu. Cincin ini mencegah kehamilan dengan menghambat ovulasi dan menebalkan lendir serviks. Cincin vagina dapat digunakan sendiri di rumah dan cukup nyaman jika sudah terbiasa. Efek sampingnya mirip pil KB kombinasi, seperti perdarahan ringan di luar jadwal haid atau nyeri payudara. Alat ini tidak melindungi dari IMS, sehingga sebaiknya digunakan bersamaan dengan kondom jika berisiko tertular penyakit.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan