Guru Muda Asal Muratara Berbagi Pengalaman Mendidik Anak Hiperaktif dan ADHD
Guru Muda Angelina, S.Pd berbagi tantangan dan strategi menghadapi siswa ABK Hiperaktif -FOTO : PUTRI ANANDA/LINGGAU POS-
LUBUKLINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) khususnya yang memiliki kondisi hiperaktif dan ADHD, menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik
Hal ini juga dirasakan oleh Angelina, S.Pd, guru muda alumni Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Silampari (UNPARI) yang lulus tahun 2024, dan kini mengajar di salah satu SD di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kecamatan Rupit.
Saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID Senin 17 November 2025, Angelina yang merupakan guru SDN 6 Rupit Muratara ini mengungkapkan bahwa menangani anak ABK di kelas 1 membutuhkan kesabaran, pemahaman karakter, serta strategi pembelajaran yang tepat.
“Tantangannya itu besar, terutama karena anak sangat aktif, sulit fokus, dan mudah teralihkan oleh lingkungan sekitar. Guru harus selalu siap mengawasi sambil tetap mengajar siswa lain,”jelasnya.
BACA JUGA:Guru SDN 16 Lubuk Linggau Tekankan Pendidikan Dasar Tanpa Kekerasan
BACA JUGA: Guru TK Nusa Indah Lubuk Linggau Punya Cara Jitu Anak Didik Ceria dan Tidak Bosan Saat Belajar
Menurutnya, salah satu kesulitan utama adalah menjaga perhatian siswa ADHD tetap tertuju pada pembelajaran. Anak sering kali bergerak tanpa henti, berbicara sendiri, atau berpindah tempat. Kondisi ini membuat guru harus lebih kreatif agar pembelajaran tetap kondusif.
Untuk itu, Angelina menerapkan beberapa strategi khusus dalam kegiatan belajar mengajar, di antaranya:
1) Memberikan Instruksi Singkat dan Jelas
Anak dengan ADHD cenderung sulit memahami perintah panjang. Karena itu, Angelina membagi instruksi menjadi langkah-langkah kecil agar mudah diikuti.
2) Pendekatan Visual dan Praktik Langsung
Ia lebih sering menggunakan media visual, alat peraga, serta kegiatan motorik agar anak lebih mudah menangkap materi.
3) Memberikan Pujian dan Dukungan Positif
“Anak hiperaktif sangat membutuhkan apresiasi. Setiap perkembangan sekecil apa pun harus diapresiasi agar mereka merasa dihargai,” jelasnya.