Seluruh Sekolah di Lubuk Linggau Bakal Dibantu Smart Board, ini kata Disdikbud
Pembelajaran di sekolah jadi makin menyenangkan menggunakan smartboard yang touch screen.-Foto: Tangkap Layar Kemendikbudristek. -
BACA JUGA:Selamat Jalan Ira Sang Hafidz Quran, Korban Lakalantas Bersama Sekretaris Disdikbud Lubuk Linggau
BACA JUGA:Dr. Yulianti, M.Pd Wafat, Kadisdikbud Lubuk Linggau Ungkap Duka Mendalam
“Kami bekerja sama dengan PLN untuk menyediakan panel surya bagi sekolah yang belum punya listrik. Untuk sekolah tanpa internet, kami berikan perangkat tambahan agar tetap terhubung. Bahkan konten interaktif bisa diakses tanpa internet melalui penyimpanan eksternal yang disiapkan khusus,” jelas Gogot.
Selain itu, lanjutnya, sistem pelatihan guru juga dibuat berlapis mulai dari pelatihan langsung, webinar, pengimbasan antarguru, hingga modul belajar mandiri di platform digital kementerian.
Dengan cara ini, guru didorong untuk cepat beradaptasi dan saling berbagi praktik baik melalui komunitas belajar di sekolah masing-masing.
Haryanto, guru di salah satu sekolah yang sudah menerima dan menerapkan pembelajaran dengan smartboard mengatakan dengan menggunakan smartboard, suasana kelas menjadi jauh lebih hidup.
BACA JUGA:Disdikbud Dukung Pelaksanaan Lomba Mewarnai, Menggambar dan Melukis, Imbau Semua Sekolah Ikut
“Anak-anak jadi lebih antusias karena format belajarnya variatif. Mereka yang tadinya malu untuk maju, sekarang berani karena merasa bermain sekaligus belajar. Misalnya ada soal interaktif yang harus digeser jawabannya di papan, mereka berebut ingin mencoba,” ungkapnya.
Haryanto juga sudah menggunakan platform Ruang Murid yang berisi materi pembelajaran lengkap dengan video, buku digital, laboratorium maya, hingga gim edukasi.
“Ketika membahas topik perundungan (bullying), saya bisa langsung menampilkan video dari platform, menambahkan gambar dari internet, lalu anak-anak diminta menjelaskan di papan. Mereka excited sekali, seolah-olah jadi tutor sebaya,” ceritanya.
Menurutnya, kehadiran teknologi justru memperkuat peran guru sebagai desainer pembelajaran.
BACA JUGA:O2SN SD 2025, Disdikbud Muba Jaring Talenta Muda Berbakat
BACA JUGA:Monitoring MPLS 2025, Kadisdikbud Lubuk Linggau : Tumbuhkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
“Alat ini ibarat ‘jembatan’. Guru tetap kunci, tapi kini punya banyak cara untuk membuat kelas lebih menarik, mendalam, dan menyenangkan,” tambahnya.