Prodi Kewirausahaan UNPARI Tampilkan Batik Pokat Wong Linggau di KMI EXPO Jawa Tengah

Ketua Himpunan Wanita UNPARI Hj. Santi Mariami, M.Pd turut hadir dalam KMI Expo di Universitas Tidar Magelang Provinsi Jawa Tengah, 19 November 2025. -Foto: UNPARI.-

Sebagai partisipasi perdana, kegiatan ini menjadi tonggak sejarah bagi Prodi Kewirausahaan UNPARI untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa, memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus, serta mempersiapkan keberlanjutan partisipasi pada KMI Expo di tahun-tahun berikutnya.

Harapannya, pengalaman pertama ini bukan hanya menjadi pencapaian, tetapi juga menjadi awal dari tradisi prestasi, kontribusi, dan inovasi prodi dalam kancah kewirausahaan nasional.

Dalam KMI Expo 2025, Prodi Kewirausahaan UNPARI menampilkan Batik Pokat Wong Linggau pada kategori industri kreatif, seni dan budaya – Tahapan Bertumbuh. 

BACA JUGA:Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UNPARI Adakan Yudisium ke-4, 413 Mahasiswa Didoakan jadi Manusia Hebat

BACA JUGA:2 Dosen UNPARI Sukses Adakan Pelatihan Akuaponik di Muratara dan Musi Rawas

Batik Pokat Wong Linggau merupakan sebuah usaha kreatif yang dirintis sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Kota Lubuklinggau dikenal sebagai salah satu kota penghasil buah alpukat (pokat), buah ini bukan hanya menjadi komoditas pertanian, melainkan telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lubuklinggau, yang sering dijadikan buah tangan khas bagi para pengunjung dari luar kota.

Di sisi lain, batik sebagai warisan budaya Indonesia memiliki nilai estetika dan filosofis yang tinggi, namun sayangnya anak muda masih belum banyak yang menyadari akan nilai kebudayaan ini. Melihat potensi tersebut, kami menciptakan Batik Pokat sebagai inovasi yang menggabungkan kekayaan alam lokal dengan seni membatik dan mengangkat kekayaan alam Lubuklinggau ke dalam motif batik.

Motif-motif yang terinspirasi dari bentuk, warna, dan filosofi buah pokat dituangkan dalam kain batik yang sarat makna. Usaha ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk fashion/ yang unik, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya, pemberdayaan pengrajin lokal, dan penciptaan peluang ekonomi baru di daerah.

BACA JUGA:Dosen Prodi PJKR UNPARI Sukses Lakukan Penelitian Bela Diri Pencak Silat, Begini Harapannya

BACA JUGA:PKKMB UNPARI 2025 Sukses Digelar, Beri Reward Prodi Peraih Mahasiswa Terbanyak

Sejak awal berdiri, Batik Pokat Wong Linggau telah melalui beberapa tahapan penting. Tahap awal dimulai dengan observasi pasar dan desain motif pokat, kemudian dilanjutkan dengan proses produksi menggunakan teknik batik cap yang bekerja sama dengan pengrajin batik lokal, Bu Ida.

Produk pertama kami berhasil dipasarkan melalui media sosial dan kegiatan pameran lokal, serta mendapatkan sambutan positif dari masyarakat khususnya masyarakat Kota Lubuklinggau. Perjalanan usaha ini mencapai tonggak penting saat berhasil lolos seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahap awal pada tahun 2024.

Melalui pendanaan dan pendampingan tersebut, kami berhasil memperluas produksi dan mengenalkan produk tidak hanya dalam bentuk kain batik melainkan busana siap pakai seperti baju, kemeja, pouch, dan syal.

Batik Pokat termasuk dalam kategori industri kreatif di bidang seni dan budaya. Dengan mengusung konsep modern namun tetap menjaga akar tradisi, usaha ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pecinta batik, fashionenthusiast, hingga wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan