Prodi Kewirausahaan UNPARI Tampilkan Batik Pokat Wong Linggau di KMI EXPO Jawa Tengah

Ketua Himpunan Wanita UNPARI Hj. Santi Mariami, M.Pd turut hadir dalam KMI Expo di Universitas Tidar Magelang Provinsi Jawa Tengah, 19 November 2025. -Foto: UNPARI.-

BACA JUGA:Ribuan Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB, UNPARI Beri Reward Mahasiswa Berprestasi dalam PORSENASMA 2025

BACA JUGA:Dosen UNPARI dan Universitas Pat Petulai PKM Pelatihan dan Pemberdayaan Poktan dalam Produksi Bioetanol

Saat ini, usaha kami tengah memasuki fase bertumbuh, dengan fokus pada pengembangan motif batik pada teknik produksi yang lebih beragam, yakni batik tulis, batik lukis, dan batik printing.

Diversifikasi ini bertujuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, menyesuaikan kebutuhan konsumen, dan meningkatkan produksi produk siap pakai seperti baju, pouch, tas, ikat pinggang, dan lain-lain.

Lokasi produksi Batik Pokat sebelumnya bertempat di rumah mitra pengrajin kami di Lubuklinggau Timur, namun semenjak mendaptkan pendanaan P2MW tahap awal kemarin lokasi produk sudah dilakukan secara mandiri, sementara kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha dilakukan secara digital dan juga offline melalui galeri yang dimiliki Batik Pokat Wong Linggau.

Perjalanan Batik Pokat selama lebih dari enam bulan telah menunjukkan bahwa sinergi antara kreativitas anak muda, potensi lokal, dan budaya Indonesia dapat melahirkan produk yang tidak hanya memiliki nilai jual tinggi, tetapi juga sarat makna.

BACA JUGA:Target Raih Akreditasi Unggul, Rektor UNPARI Resmi Dapatkan JJA Lektor Kepala dari Mendiktisaintek RI

BACA JUGA:Sukses Berlaga Kancah Nasional, Mahasiswa UNPARI Borong 24 Medali PORSENASMA V di Jawa Timur

Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus tumbuh, memperluas pasar, meningkatkan kualitas, dan menjadi ikon batik khas Kota Lubuklinggau yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Keikutsertaan Prodi Kewirausahaan Universitas PGRI Silampari dalam KMI Expo XVI di Universitas Tidar Magelang memberikan kesan yang sangat mendalam dan penuh makna. Sebagai pengalaman pertama, kegiatan ini menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda dari kegiatan akademik biasa, di mana mahasiswa benar-benar diuji secara nyata dalam hal kreativitas, keberanian, promosi produk, komunikasi, dan kemampuan berkompetisi di tingkat nasional.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan tim pendamping untuk melihat secara langsung dinamika wirausaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Interaksi yang terbangun selama kegiatan sangat memperkaya wawasan, memperluas perspektif, serta memberikan inspirasi baru dalam pengembangan bisnis mahasiswa dan arah pembinaan prodi selanjutnya.

Selain itu, suasana pameran yang meriah, kegiatan penjurian yang profesional, serta rangkaian workshop, pameran, networking, dan kompetisi memberikan motivasi besar untuk terus berkembang. Banyak hal baru yang dipelajari, mulai dari strategi branding, manajemen stand, komunikasi pemasaran, hingga pemahaman tentang standar penilaian wirausaha nasional.

BACA JUGA:Genap 44 Dosen UNPARI Raih Gelar Doktor, Terbaru Dr. Riduan Febriandi, M.Pd Lulus S3 UPI

BACA JUGA:Hari Pertama Ikut PORSENASMA di Jawa Timur, Mahasiswa UNPARI Sudah Borong 17 Medali

 Kesan lain yang dirasakan adalah rasa bangga sekaligus tertantang. Bangga karena dapat menjadi bagian dari forum kewirausahaan nasional, dan tertantang untuk meningkatkan kualitas program pembinaan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar di tahun berikutnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan