7 Jenis Penyakit Bisa Bikin Tertunda Berangkat Haji 2026
Sebelum melakukan pelunasan, Jemaah Calon Haji (JCH) yang akan berangkat tahun 2026 diharuskan memenuhi syarat kesehatan - Foto: Dok. SUMEKS-
5. Masalah mobilitas berat, seperti lumpuh dan Osteoarthritis berat pada lutut/pinggul.
6. Gangguan mental yang menggangu kemandirian seperti Demensia, psikotik aktif dan gangguan mental berat yang membutuhkan pendampingan intensif.
7. Penyakit terminal atau stadium akhir seperti kanker stadium lanjut, penyakit kronis terminal dan kondisi dengan prognosis buruk.
8. Penyakit sistemik yang tidak terkendali seperti diabetes mellitus dengan komplikasi berat, penyakit hipertensi tidak terkontrol dan gagal ginjal stadium lanjut.
9. Penyakit autoimun aktif dimana penyakit ini dianggap dapat memburuk dengan cepat saat jamaah menjalani aktivitas fisik tinggi dalam kondisi cuaca panas ekstrem.
10. Penyakit jantung berat seperti gagal jantung kronis, gangguan irama jantung berat, dan pasca operasi jantung yang membutuhkan kontrol intensif. Kemenkes menegaskan bahwa risiko serangan jantung pada jamaah meningkat drastis selama puncak haji.
11. Penyakit infeksi mudah menular, termasuk tuberkulosis aktif, dan infeksi akut yang belum selesai masa pengobatannya. Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebar dengan cepat di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara.
12. Masalah mobilitas berat, seperti lumpuh. Ketidakmampuan berjalan tanpa bantuan. Osteoarthritis berat pada lutut/pinggul. Aktivitas haji sangat padat dan mengharuskan jamaah bergerak jauh, sehingga kondisi mobilitas menjadi faktor penentu.
13. Gangguan mental yang menggangu kemandirian seperti Demensia, psikotik aktif dan gangguan mental berat yang membutuhkan pendampingan intensif. Sebab kemandirian menjadi syarat utama karena ibadah haji memiliki kompleksitas tinggi dan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan petugas.
14. Penyakit terminal atau stadium akhir seperti kanker stadium lanjut, penyakit kronis terminal dan kondisi dengan prognosis buruk. Pemerintah menilai risiko keselamatan jamaah sangat tinggi sehingga tidak direkomendasikan untuk berangkat.
BACA JUGA:Pendaftaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M Dibuka, Begini Tahapannya
BACA JUGA:Embarkasi Palembang Akan Berangkatkan 16 Kloter Jemaah Haji 2026
Disampaikan mengapa standar ini perketat. Dikarenakan setiap tahunnya puluhan jamaah wafat di Tanah Suci akibat kondisi kesehatan yang tidak stabil.
Jadi, pemeriksaan ini dibuat bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi keselamatan jamaah.
Puncak haji di Arafah–Muzdalifah–Mina adalah fase paling berat. Jamaah harus berjalan jauh, berdiri lama, menahan panas hingga 50°C, dan berdesakan dalam kerumunan besar.