Sumsel Health Tourism Bawa Sumsel Lebih Maju Dalam Layanan Medis
Kepala Dinkes Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman MKes SpKKLP Subsp.FOMC --
Meski belum sepenuhnya sempurna, proses penguatan fasilitas dilakukan bertahap hingga tahun 2030.
"Sudah memadai, kami siapkan dari sekarang. Kami lengkapi sampai 2030. Namanya juga health tourism, jadi harus bertahap," imbuhnya.
dr Trisnawarman menegaskan, pengembangan fasilitas tidak mungkin dilakukan secara instan.
BACA JUGA:Pelajar SDN Batu Gane Selangit Raih Prestasi Dalam Lomba Senam Anak se-Sumsel
BACA JUGA:Resmikan Kantor Bank Sumsel Babel Cabang Muara Rupit, Pemkab Muratara Bakal Tambah Penyertaan Modal
Setiap RS unggulan diberikan prioritas untuk melengkapi sarana dan tenaga medisnya terlebih dahulu.
"Pasti mulai dicukupi kebutuhannya dan dilengkapi," ulasnya.
Lanjut dia, beberapa RS telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam meningkatkan mutu layanan.
Salah satunya RSUD Siti Fatimah, yang kini tengah diarahkan menjadi pemimpin (leader) dalam implementasi Health Tourism tingkat provinsi.
"Rumah Sakit Siti Fatimah harus berbenah sebagai leader untuk nanti rumah sakit health tourism itu," jelasnya.
Untuk tahap awal, seluruh RS diharapkan dapat ikut serta meskipun tingkat kesiapan masing-masing berbeda.
BACA JUGA:Hari Guru Nasional 2025 : Pelajar SMAN 1 Lubuk Linggau jadi Pemenang I Inovator Provinsi Sumsel
BACA JUGA:PLN UID S2JB Resmikan Bengkel Konversi Motor Listrik Pertama di Sumsel, Dorong Akselerasi Ekosistem
Program ini bersifat bertahap, sambil melengkapi fasilitas dan tenaga kesehatan di setiap daerah.
"Untuk awal, semua Sumsel kita siapkan. Pelan-pelan kita lengkapi," jelasnya.