Ribut Soal Penerima Bansos yang Tidak Tepat Sasaran, Bupati Muratara Tegaskan Hal Ini
Bupati Muratara - H Devi Suhartoni.-Foto: Dokumen Pribadi.-
Harusnya tegas Bupati, data penerima di check dan divalidasi oleh pihak Kabupeten melalui Dinsos besama Camat, Lurah dan Kades.
"Namun kami minta data tidak dikasih karena aturannya hanya bulog sesuai SOP. Harapan saya jangan ribut bagi yang tidak dapat karena ini sistem baru dan nanti kami terus berusaha agar benar benar yang menerima yang memang layak menerima," jelasnya. .
BACA JUGA:Bupati Muratara Komitmen Dorong Terbukanya Lapangan Pekerjaan yang Semakin Banyak di Muratara
BACA JUGA:Bupati Muratara Ingatkan Kembali ASN, Disiplin dan Jaga Integritas
Langkah dilakukan pemerintah pusat dan Kabupaten, sampai saat ini membentuk operator desa sampai ke desa.
Tugas operator desa, mendata dan merevisi serta memasukan dan mengusulkan nama-nama yang seharusnya menerima bantuan ke DATASEN.
Kemudian Pemkab juga mengusulkan penyaluran tidak hanya lewat kantor pos, tetapi lewat kecamatan atau desa.
Mengingat jarak serta ada beberapa kondisi penerima Lansia yang tidak bisa karena jauh serta antre lama.
BACA JUGA:Bupati Muratara Dorong Proses Administrasi dan Perizinan di Sektor Tambang Dipermudah
Masyarakat juga diimbau, bisa mengakses aplikasi CHECK BANSOS untuk mengusulkan dirinya atau tetangga juga keluarga secara mandiri.
Lakukan sendiri di check bansos ini agar bisa data masuk ke pusat.
"Koordinasikan ke kades untuk bertemu dengan operator desa dan masukan nama-nama yang layak menerima Bansos," imbaunya.