Bencana Tsunami Aceh 2004, Bangunan Museum yang Tersimpan Jadi Pelajaran Pengunjung
Tugu Korban Tsunami Aceh yang berdiri merupakan bagian dari banguan museum --
KORANLINGGAUPOS.ID - Bencana alam yang besar di Banda Aceh yakni tragedi tsunami 2004 masih menjadi luka yang tak pernah hilang bagi masyarakat Aceh.
DARI bencana Tsunami Aceh tersebut lahir gagasan yakni mendirikan sebuah museum yang bukan sekadar tempat mengenang, tapi juga ruang belajar tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Museum Tsunami Aceh resmi dibuka pada tahun 2009, setelah melalui proses panjang perencanaan dan pembangunan.
Para arsitek, sejarawan, hingga komunitas internasional bahu-membahu mengumpulkan data, artefak, dan dokumentasi visual sehingga Tsunami Aceh jadi monumen.
BACA JUGA:Pemkab Musi Rawas Buka Posko Bantuan Bencana Sumatera,Bentuk Sumbangan Bisa Dana Maupun Barang
BACA JUGA:Hingga Januari Harus Cepat Tanggap Bencana, Kepala Daerah di Sumsel Diminta Siaga di Tempat
Dengan dukungan pemerintah dan tujuan yang sama selain untuk dikenang juga sebagai duka, tapi juga menjadi pelajaran berharga bagi generasi mendatang.
Memang tidak hanya sekadar dibangunnya monumen peringatan, museum Tsunami Aceh ini dirancang sebagai pusat riset dan diskusi.
Di bangunan Museum Tsunami Aceh tentu menyimpan simbol harapan bahwa ada dari setiap tragedi kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki masa depan.
Pengunjung yang datang akan disambut koleksi pameran yang lengkap dan menyentuh hati mulai dari foto-foto asli, rekaman video, hingga dokumen yang menceritakan kronologi tsunami dari detik ke detik.
Model tiga dimensi menggambarkan bagaimana gelombang besar itu menghantam pantai dan mengubah wajah Aceh dalam sekejap.
Lebih personal lagi, museum menampilkan koleksi milik korban dan penyintas, yang membawa kisah nyata dari mereka yang pernah merasakan langsung kedahsyatan bencana.