Warga Lubuk Linggau Diminta Waspada, Berikut Hal yang Perlu Dihindari saat Puting Beliung
Kabid Penanggulangan Bencana DPKPB Kota Lubuklinggau, Suryo Amrinata--
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat mengumumkan bahwa musim penghujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), termasuk Kota Lubuklinggau, diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Januari 2026.
Periode ini tidak hanya membawa intensitas hujan tinggi, tetapi juga berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang dapat berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau, Suryo Amrinata, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin puting beliung.
“Angin puting beliung sifatnya tidak terduga. Baru-baru ini, satu rumah di Kelurahan Kali Serayu mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Hal ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih siap menghadapi kemungkinan serupa,” ungkapnya.
BACA JUGA:Desa Lesung Batu Muratara Rawan Banjir, Kades Himbau Warga Waspada
BACA JUGA:65 Warga Musi Rawas Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Tahun 2025
Fenomena puting beliung disampaikannya, terjadi akibat pertemuan massa udara panas dan dingin yang memicu terbentuknya awan cumulonimbus berwarna gelap.
"Tanda-tanda ini menjadi awal biasanya terlihat dari langit yang mendadak menghitam sebelum hujan deras turun maka ini perlu dihindari," ungkapnya.
Kondisi ini ditembahkannya, dapat berkembang cepat menjadi pusaran angin dengan kekuatan merusak, maka masyarakat diimbau untuk segera mencari perlindungan ketika tanda-tanda tersebut muncul.
“Hindari berada di jalan, di bawah pohon, atau dekat papan reklame. Sebaiknya berlindung di dalam rumah atau bangunan yang lebih kokoh,” tambah Suryo.
BACA JUGA:Wajib Pajak Harus Segera Aktivasi Coretax DJP, Ternyata Ini Resikonya Jika Tak Aktivasi
BACA JUGA:Warga Resah Maraknya Aksi Pencurian Motor di Megang Sakti Musi Rawas, Polsek Langsung Cek TKP
Selain itu, DPKPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Warga diharapkan menyiapkan langkah antisipasi sederhana, seperti memastikan kondisi atap rumah tetap kuat, memotong ranting pohon yang berpotensi tumbang, serta menyimpan peralatan darurat seperti senter dan obat-obatan.