7.719 Warga Sumsel Idap HIV / AIDS, Lelaki Suka Lelaki Pemicu Utamanya
Ilustrasi HIV/AIDS-FOTO Halodoc-
SUMSEL, KORANLINGGAUPOS.ID - Terjadi penambahan kasus HIV/AIDS di Provinsi Sumsel. Jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS di Sumsel sebanyak 7.719, terdiri dari kasus HIV 4.448 dan AIDS sebanyak 3.270 kasus.
Kepala Dinkes Provinsi Sumsel dr. Trisnawarman melalui Kabid P2P, Ira Primadesa mengatakan jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS ini merupakan angka kasus yang terdata mulai dari tahun 2011 sampai 2025 dengan menunjukkan tren kenaikan.
Tahun 2011 jumlah kasus HIV 261 dan AIDS 114, pada 2012 kasus HIV menjadi 266 dan AIDS 119. Lalu, 2013 kasus HIV 256 dan AIDS menjadi 150, 2014 kasus HIV 245, AIDS 156, di 2015 kasus HIV 250, AIDS 179, di 2016 kasus HIV 278 dan AIDS 215, makin naik di 2017 kasus HIV terdata sebanyak 346 dan AIDS 189, di 2018 kasus HIV menjadi 435 dan AIDS 246.
Kemudian di 2019 kasus HIV 433, AIDS 233, di 2020 kasus HIV 420, AIDS 151, di 2021 HIV turun ke 329, AIDS 121, pada 2022 kasus HIV naik signifikan menjadi 658, AIDS 227, di 2023 kasus menunjukkan grafik kasus HIV naik ke 870, AIDS 282, di 2024 kasus HIV masih naik dengan 992 dan AIDS 322, dan di 2025 kasus HIV mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 763 dan AIDS 253.
BACA JUGA:Didominasi Laki-laki, Berikut Update Penderita HIV/AIDS di Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Muratara
BACA JUGA:Lapas Narkotika Muara Beliti Bersinergi Bersama Dinkes Musi Rawas Lakukan Skrining HIV
“Pada 2025 sampai dengan periode Oktober untuk kasus HIV/AIDS dengan insiden baru ada sebanyak 763 kasus,” sampainya, kemarin.
Di mana terdata kasus baru HIV (insiden) stadium I dan II sebanyak 510, dengan rincian terbanyak berasal dari Kota Palembang dengan 278 kasus, Musi Banyuasin 40, Kota Lubuk Linggau 38, Lahat 20, OKI dan Muara Enim 19, OKUT 18, Banyuasin dan Mura 17, OKU dan Kota Prabumulih 14, PALI 6, OI 4, Empat Lawang 3, OKUS, Pagaralam, dan Muratara masing-masing 1.
Sedangkan untuk kasus AIDS infeksi baru ada sebanyak 253 kasus, dengan rincian Kota Palembang 96 kasus, Kota Lubuk Linggau dan OKUT 23 kasus, Muara Enim 19, Muba 17, Banyuasin 12, Empat Lawang, OKI, dan Kota Prabumulih 11, Lahat 7, OKU 6, Pagaralam 5, OI dan OKUS 4, Mura 3, PALI 1, dan Muratara 0.
Berdasarkan sebaran angka kasus di Sumsel, tertinggi kasus HIV di Kota Palembang dengan total 2.624, Muba 235, OKI 216, Banyuasin 208, Kota Prabumulih 193, OKUT 153, Muara Enim 151, Kota Lubuklinggau 136, OKU 112, Lahat 87, Mura 85, PALI 40, Empat Lawang 27, Pagaralam 25, OKUS 13, dan Muratara 12.
BACA JUGA:Azkayra Najwa Zhivanna jadi Pembawa Baki Bendera Upacara HUT RI ke-80 SMPN 5 Lubuk Linggau
BACA JUGA:13 Warga Musi Rawas Kena HIV, Dinkes : Gejalanya Demam Berkepanjangan
Sementara kasus AIDS terbanyak juga berada di Kota Palembang dengan 1.815 kasus, OKI 192, Muara Enim 184, OKUT 145, Banyuasin 137, Muba 126, Lubuklinggau 110, Prabumulih 98, OI 87, OKU 86, Lahat 63, Mura 37, Pagaralam 34, Empat Lawang 32, PALI 31, OKUS 23, dan Muratara 9.
“Kalau melihat dari data, Kota Palembang yang tertinggi untuk kasus HIV maupun AIDS dengan total 4.439 kasus,” jelasnya. Tingginya angka kasus di Kota Palembang dikarenakan populasi, penjangkauan kesehatan, dan lainnya.