Begini Teknis Perbaikan Jalan Nasional Musi Rawas-Muba, BBPJN Sumsel: Tak Bisa Tuntas Sekaligus
PPK 1.4 BBPJN Sumatera Selatan, Ahmad Fathur.-Foto: Muslimin/Linggau Pos.-
KORANLINGGAUPOS.ID-Rusaknya Jalan Lintas Sumatera Tengah (Jalinsumteng) Penghubung Kabupaten Musi Rawas dengan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) saat ini menjadi perhatian publik, bahkan saat ini viral di beberapa media sosial yang menyoroti buruknya kondisi jalan tersebut saat ini.
Menanggapi keluhan tersebut, Jumat 26 Desember 2025 Pihak Kementerian PU melalui Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 1.4 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Ahmad Fathur menjelaskan wilayah kerjanya meliputi dua kabupaten yakni Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Musi Rawas, mulai dari Kelurahan Mangun Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin hingga Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.
"Untuk di Kabupaten Musi Rawas, itu 77 kilometer mulai dari perbatasan Musi Rawas dengan Musi Banyuasin. Kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak tahun 2022 hingga tahun 2025," terangnya.
Rusaknya jalan ini, kata Ahmad Fathur, disebabkan banjir tahun 2023 dimana puncaknya bulan Maret, kemudian Januari 2024 sehingga kerusakan makin masif di Badan Jalan terutama di pondasi.
BACA JUGA:Bupati HM Toha : 1 Januari 2026 Truk Batu Bara Dilarang Melintasi Jalan Umum Muba
"Sebenarnya dana untuk rehab jalan ini sudah diprogramkan sejak tahun 2023. Namun baru dapat ditenderkan tahun 2025, Tender tersebut membutuhkan waktu dan proses, dimana prosesnya itu ada di balai pengadaan dan membutuhkan waktu yang lama," jelasnya.
Saat ini, kata Fathur, proses tender tersebut sudah selesai.
"Kita doakan saja di bulan Januari 2026 sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak, kami juga menargetkan di bulan Februari itu sudah ada pekerjaan di lapangan. Jadi sepanjang jalan nasional yang meliputi dua kabupaten ini dengan panjang 119,45 Kilometer. Sedangkan untuk yang terkontrak ini penanganannya itu hanya 25 Kilometer. Kemudian untuk pemantapan dua ruas jalan nasional tersebut, itu sekarang 60 persen kondisi mantap dan 40 persen kondisi tidak mantap," terangnya.
"Dari 119,45 kilometer tersebut, direncanakan hanya 25 kilometer yang dilakukan penanganan, jadi belum tuntas, kemungkinan spot-spot jalan yang rusak berat dulu diperbaiki. Untuk di Kabupaten Musi Rawas, jalan nasional yang paling parah rusaknya itu di Kecamatan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Kelingi dan Tuah Negeri serta Kecamatan Muara Beliti," terangnya.
BACA JUGA:Bupati Hj Ratna Machmud : Mulai Januari 2026 Jalan Nasional Musi Rawas-Muba Diperbaiki
BACA JUGA:Cerita Tim Penyaluran Bantuan Aceh, Jalan Panjang Menuju Sekerak Tamiang Menembus Lumpur dan Duka
Pihaknya telah melakukan menanganinya dengan menutupi jalan yang rusak berat tersebut dengan agregat.
"Itu pun hanya bisa menggunakan dengan dana rutin, sebenarnya dana rutin itu diperuntukan pengendalian tanaman, pembersihan saluran dan kerusakan setempat. Tetapi dikarenakan memang saat ini dana tersebut yang tersedia, maka kami menggunakan dana tersebut. Kami melakukannya dengan agregat dengan campuran aspal panas, jadi tidak bertahan lama. Sehingga kerusakan jalan nasional tersebut hampir di setiap kecamatan itu ada," jelasnya.