Bunda Wajib Tahu, Berikut Cara Menyuburkan Kandungan Usai Suntik KB 3 Bulan
KB 3 bulan disuntikkan di bokong atau lengan atas, mengandung progestin, bekerja menghentikan pelepasan sel telur ke dalam rahim dan menebalkan cairan vagina dan menipiskan dinding rahim - Foto: Dok. Alodokter-
KORANLINGGAUPOS.ID - Ada berbagai alat kontrasepsi yang dipilih pasangan untuk menunda kehamilan. Diantara alat kontrasepsi yang banyak diminati adalah KB Suntik.
KB Suntik terbagi menjadi dua jenis, yaitu KB suntik yang memiliki jangka waktu 3 bulan untuk mencegah terjadinya kehamilan, dan KB suntik yang hanya bisa bertahan selama satu bulan.
Metode ini disinyalir lebih efektif dibandingkan dengan mengonsumsi pil KB. Akan tetapi, harganya relatif mahal dan tidak memberikan perlindungan maksimal terhadap penyakit menular seksual
Suntik KB merupakan kontrasepsi hormonal yang mengandung progesteron dimana ini berfungsi untuk menghentikan ovulasi. Disuntikan di daerah paha, lengan atas, atau bokong, berdasarkan jangka waktu penyuntukan. KB terdiri dari KB satu bulan dan KB tiga bulan.
KB 3 bulan disuntikkan di bokong atau lengan atas, mengandung progestin, bekerja menghentikan pelepasan sel telur ke dalam rahim dan menebalkan cairan vagina dan menipiskan dinding rahim.
Kelebihan Suntik KB 3 Bulan antara lain tidak bereaksi dengan obat lain, aman bagi ibu menyusui, bermanfaat pada wanita yang tidak bisa menggunakan bahan estrogen sebagai K, tidak repot mengingat untuk minum oba, tidak perlu berhitung dulu sebelum melakukan hubungan suami istri karena suntikan bertahan antara 8 – 13 minggu dan mengurangi risiko kanker ovarium.
Sementara kekurangan Suntik KB 3 Bulan, akan berefek samping seperti sakit kepala, kenaikan berat badan, nyeri payudara dan pendarahan haid yang tidak teratur, membutuhkan waktu yang lamam untuk kembali subur meski KB dihentika, mengurangi kepadatan tulang dan tidak melindungi dari penyakit menular seksual.
Kondisi yang tidak boleh suntik KB
1. Sedang hamil
2. Ingin haid teratur
3. Riwayat migrain, gangguan hati, gangguan pembekuan darah, riwayat penyakit jantung, riwayat pendarahan tanpa diketahui atau belum diketahui penyebabnya
4. Diabetes / kencing manis
5. Resiko tulang keropos