Pinggang kecetit atau saraf kejepit, Ini Penyebab dan Cara Penanganannya
Posisi tubuh yang tidak tepat saat mengangkat barang berat merupakan salah satu penyebab pinggang kecetit yang paling sering terjadi--
KORANLINGGAUPOS.ID - Pinggang kecetit atau sering disebut saraf kejepit, jangan dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, pinggang kecetit dapat memperburuk keluhan nyeri dan membatasi gerak tubuh untuk beraktivitas.
DIKUTIP dari alodokter, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pinggang kecetit. Pertama, posisi tubuh yang salah saat mengangkat beban berat.
Posisi tubuh yang tidak tepat saat mengangkat barang berat merupakan salah satu penyebab pinggang kecetit yang paling sering terjadi. Misalnya, membungkuk tanpa menekuk lutut atau memutar pinggang sambil membawa beban bisa membuat otot dan sendi pinggang bekerja terlalu keras. Akibatnya, otot bisa tertarik, mengalami kejang, dan menimbulkan nyeri tajam secara tiba-tiba.
Penyebab lainnya, gerakan mendadak atau tiba-tiba, seperti memutar pinggang secara mendadak, membungkuk tiba-tiba, atau mencoba berdiri dengan gerakan spontan. Gerakan mendadak atau tiba-tiba ini bisa membuat otot dan jaringan di sekitar pinggang belum sempat beradaptasi dengan perubahan posisi tubuh. Hal ini dapat memicu otot menjadi kaget, menegang secara refleks, dan akhirnya menimbulkan nyeri tajam yang membuat ruang gerak terasa terbatas serta aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.
Melakukan aktivitas fisik berat secara berulang, seperti sering mengangkat barang, mendorong, atau menarik benda berat, dapat membuat otot pinggang kelelahan dan rawan kecetit. Jika hal ini dilakukan terus-menerus tanpa diselingi istirahat atau peregangan, jaringan di sekitar pinggang menjadi tegang dan lebih mudah mengalami cedera lho.
Seiring bertambahnya usia, elastisitas bantalan dan sendi di tulang belakang akan menurun. Akibatnya, pinggang menjadi kurang lentur dan mudah mengalami kecetit meski hanya melakukan aktivitas ringan. Selain itu, proses penuaan juga bisa menyebabkan jaringan di pinggang lebih mudah mengalami peradangan atau iritasi, sehingga risiko pinggang kecetit pun meningkat.
Penyebab pinggang kecetit lainnya adalah hernia nukleus pulposus (HNP). Soalnya, kondisi ini melibatkan gangguan pada bantalan tulang belakang yang berperan penting dalam menjaga fleksibilitas dan peredam tekanan di area pinggang. Pada kondisi normal, bantalan tulang belakang atau diskus berfungsi seperti “bantalan empuk” di antara ruas tulang. Diskus ini membantu menahan beban tubuh dan memungkinkan pinggang bergerak dengan lentur.
Namun, pada hernia nukleus pulposus, bagian dalam diskus yang lunak menonjol keluar akibat robekan atau kelemahan pada lapisan luarnya. Nah, tonjolan tersebut dapat menekan jaringan di sekitarnya, termasuk saraf dan otot pinggang. Tekanan inilah yang memicu rasa nyeri tajam, kaku, dan sensasi seperti “terkunci” saat bergerak.
Pinggang kecetit juga dapat terjadi akibat trauma, seperti jatuh, terbentur, atau terkilir saat berolahraga. Benturan langsung pada pinggang bisa merusak jaringan otot dan ligamen, sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan pada pinggang.
Lalu bagaimana cara menangani dan mencegah pinggang kecetit ?
Istirahatkan tubuh dan hindari aktivitas berat sementara waktu. Kompres dingin atau hangat bagian pinggang yang sakit selama 10–15 menit, terutama pada 1–2 hari pertama.
Atur posisi tubuh yang nyaman, misalnya berbaring dengan posisi lutut sedikit ditekuk atau tidur miring. Lakukan peregangan dan latihan penguatan otot, seperti yoga untuk membantu memulihkan fungsi pinggang. Konsumsi obat kecetit atau pelemas otot membantu mengurangi keluhan. Namun, penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dokter.