Waspada TBC pada Anak, Ini Gejala dan Cara Penanganannya

Waspada penularannya ketika ada keluarga yang positif terkena TBC. Terutama lindungi anak-anak agar tidak tertular--

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Tuberkolosis atau TBC, sangat mudah tertular. 

TBC tertular melalui udara, percikan saat pasien berbicara, saat batuk dan bersin. Kumannya keluar lalu terhiruolp oleh orang disekitarnya. 

Untuk itu, waspada penularannya ketika ada keluarga yang positif terkena TBC. Terutama lindungi anak-anak agar tidak tertular.

Dokter spesialis paru di Lubuk Linggau, dr. Indra Barata, Sp.P mengungkapkan,  di Lubuk Linggau, TBC pada anak-anak sudah banyak. Ia banyak dapat laporan dari RS dan Puskesmas.

 

Penyebannya jelas dr Indra, anak-anak penderita TBC ini biasanya kontak erat dengan orang tua, kakek nenek atau pengasuh yang punya TBC.

"Untuk itu selalu saya ingatkan, jika dirumah ada positif TBC sebaiknya pasien menggunakan masker. Ini cara paling betul menghindari penularan. Selain itu, alat makan jika dipakai bersama, pastikan setelah dipakai pasien langsung dicuci bersih," ungkap dr Indra.

Dr Indra juga terus mengingatkan, agar hindari rokok. Hal ini agar paru-paru sehat. 

"Rokok bukan penyebab TBC, tetapi rokok dapat merusak pertahanan yang ada di saluran pernafasan. Hal ini membuat kuman yang masuk ke saluran pernapasan mudah berkembang. Termasuk kuman TBC," jelasnya.

Dikutip dari alodokter, beberapa gejala penyakit TBC pada anak yakni, batuk lama yang tidak kunjung sembuh, biasanya hingga lebih dari 3 minggu.

 

Demam hingga lebih dari 2 minggu. Batuk darah. Tubuh lemah. Kehilangan nafsu makan. Berat badan tidak kunjung bertambah. Sesak napas. Pembengkakan kelenjar getah bening. Berkeringat di malam hari dan pertumbuhan terhambat.

Jika anak sudah dinyatakan positif TBC, maka pengobatan perlu segera dilakukan. Pengobatan TBC diberikan pada anak yang sudah dalam tahap TBC aktif, maupun anak yang sudah terinfeksi kuman TBC meskipun belum menampakkan gejala. Penyakit ini bisa ditangani oleh dokter anak atau dokter anak ahli respirologi.

Anak yang baru terinfeksi bakteri TBC dan belum menunjukkan gejala TBC aktif akan diberikan obat antituberkulosis (OAT) isoniazid, yang harus dikonsumsi setiap hari selama sembilan bulan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan