Jika Nekat, Angkutan Batu Bara yang Masih Melintasi Jalan Umum di Lubuk Linggau Wajib Putar Balik

Wali Kota Lubuk Linggau H Rachmat Hidayat ikut turun merasia truck angkutan batu bara. Bagi truk yang diamankan, perusahaan angkutan batu bara dihubungi untuk datang, membawa surat kelengkapan kendaraan dan disosialisasikan instruksi Gubernur Sumsel. Mer-Foto : Mukmin Hidayat/Linggau Pos-

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Hari pertama razia angkutan batu bara yang dilakukan tim terpadu di Kota Lubuk Linggau, ada 42 mobil angkutan batu bara yang melintas di Kota Lubuk Linggau disetop untuk tidak melanjutkan perjalanan.

Mobil mereka disetop tim terpadu terdiri dari Dishub, Sat PolPP, TNI dan anggota Sat Lantas Polres Lubuk Linggau untuk disosialisasikan mengenati instruksi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru yang per 1 Januari 2026 angkutan batu bara dilarang melintasi jalan umum. Mereka wajib melewati jalan sendiri.

Sosialisasi ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan. Setelah itu, semua mobil angkutan batu barang dilarang melintas dan akan diminta anggota tim terpadu putar balik. 

"Hari pertama razia dan sosialisasi ini ada 42 truck yang kita amankan, semua full membawa batu bara dari Jambi menuju Bengkulu. Kebanyakan mereka kita setop di jam 3 subuh hingga jam 6 pagi. Kita sudah menghubungi pihak perusahaan angkutan batu bara untuk datang, membawa surat kelengkapan kendaraannya, kita sosialisasikan instruksi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru serta kita minta buat surat pernyataan tidak akan melintasi di jalan umum di Lubuk Linggau," ungkap Kepala Dishub Kota Lubuk Linggau, Hendra Gunawan saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Kamis 8 Januari 2026.

 

Hingga pukul 17.00 wib, belum ada pihak perusahaan yang datang. 42 truck mereka pun masih diparkir di Terminal Petanang.

"Kita masih tunggu. Semakin cepat mereka datang semakin cepat mereka lanjutkan perjalanan. Akan kita lepaskan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Tapi setelah ini mereka harus mematuhi aturan, tidak boleh lagi melintas disini. Masih lewat, kita minta untuk putar balik," tegasnya.

Di Terminal tegas Aan sapaan akrabnya, sudah didirkan pos jaga tim terpadu.

"Pos ini akan dijaga oleh tim terpadu setiap hari. Sehingga setelah 3 hari kita sosialisasi, tim ini yang akan menjaga, jika masih ada yang ingin melintas mereka segera meminta sopir untuk putar balik. 3 hari sosialisasi kita rasa sudah cukup, selebihnya tidak ada toleransi semua harus lewat jalan sendiri, atau tidak putar balik," tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan