Jalan Penghubung PALI - Musi Rawas Sempat Terendam Banjir, Begini Update Kondisi Terkini

Kondisi jalan penghubung Kabupaten Musi Rawas, dengan Kabupaten PALI di SP 9 HTI Desa Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan Musi Rawas, Kamis 8 Januari 2026 - Foto: Dok. Muslimin/Linggau Pos-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Akses jalan penghubung Kabupaten Musi Rawas,  dengan Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali normal. 

Sebelumnya, jalan tersebut terendam air luapan dari Sungai Jernih dengan ketinggian antara 40-60 Cm. Sehingga banyak pengendara yang melintasi jalan tersebut menunda perjalanannya.

Plt Camat Muara Lakitan, H Syamsuri, S.Sos  saat dikonfirmasi KORANLINGGAUPOS.ID, Kamis 8 Januari 2025 membenarkan adanya luapan sungai jernih yang menggenangi jalan penghubung Kabupaten Musi Rawas,  dengan Kabupaten PALI.

Ia menjelaskan luapan sungai jernih tersebut terjadi di SP. 9 Hutan Tanaman Industri (HTI) Desa Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas.  Selain itu air luapan sungai tersebut mulai menutupi jalan sekitar pukul 03.00 WIB Pagi.

 

" Menurut informasi yang kami terima dari lapangan sekitar pukul 09.00 WIB, Sungai Jernih tersebut sudah mulai surut dan air tidak lagi menggenangi jalan penghubung Kabupaten Musi Rawas dengan Kabupaten PALI," jelasnya.

Kejadian luapan Sungai Jernih tersebut memang kerap terjadi setiap tahunnya, apalagi saat musim penghujan seperti  ini. 

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang melintasi jalan tersebut agar selalu berhati-hati, mengingat saat ini curah hujan turunnya cukup tinggi. Bahkan kami juga selalu mengingatkan kepada masyarakat di Kecamatan Muara Lakitan, yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada karena saat ini debit air  Sungai Musi mulai mengalami peningkatan, jika debit air tersebut terus naik, maka kami himbau agar mencari tempat-tempat yang lebih aman, " jelasnya.

Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Musi Rawas, H A Darsan menyatakan saat ini BPBD telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian, bahkan menurut laporan dari relawan BPBD Musi Rawas, menginformasikan jika luapan Sungai Jernih tersebut sudah mulai surut.

 

Untuk jalan penghubung Kabupaten Musi Rawas,  dengan Kabupaten PALI kembali normal.

"Musim penghujan seperti saat ini kami menghimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Musi dan Kelingi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air. Peningkatan debit air mulai terpantau sejak beberapa hari terakhir. Namun, masih dalam kondisi normal kenaikan debit air Sungai Musi dan Kelingi dipicu oleh intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Mura dan sekitarnya," jelasnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan yakni sampai Maret mendatang.

"Untuk itu BPBD Mura tetap memberlakukan siaga selama 24 jam di Posko Induk, termasuk juga personel maupun peralatan yang ada. Sehingga, ketika adanya laporan dari masyarakat terkait dengan bencana alam. Personel sudah siap siaga,”jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan