BGN : Dapur MBG Diminta Perhatikan IPAL

Dapur MBG diingatkan agar distribusi MBG tepat waktu dan sesuai standar, karena itulah kunci keberhasilan Program MBG-Foto: Dok. BGN -

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya mengingatkan agar SPPG Dapur MBG memperhatikan IPAL (Instalasi Pengolahan Akhir Limbah). Agar limbah yang dihasilkan dari dapur SPPG dapat dikelola lebih baik dan ramah lingkungan.

“Distribusi yang tepat waktu dan sesuai standar merupakan kunci keberhasilan Program MBG. Selain itu, pengelolaan limbah dari dapur SPPG juga harus diperhatikan agar berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” jelas Sony dilansir dari Badan Gizi Nasional, Jumat 9 Januari 2026.

BGN terus berkomitmen untuk memperkuat peran SPPG serta memastikan Program MBG terlaksana secara optimal, berkualitas, dan berkelanjutan demi mendukung kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

Januari 2026 ini, sebanyak 19.188 SPPG siap beroperasi serentak dan melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

 

Pada tahap awal 2025, MBG mulai dijalankan pada 6 Januari dengan dukungan 190 SPPG dan menjangkau sekitar 570 ribu penerima manfaat. 

Fase ini difokuskan pada penguatan sistem, kesiapan operasional, serta penyempurnaan tata kelola layanan gizi agar program berjalan terukur dan akuntabel.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa capaian sepanjang 2025 menjadi tonggak penting dalam pembangunan sistem pemenuhan gizi nasional yang berkelanjutan.

“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” jelas Dadan.

 

Ia menegaskan, kesiapan tersebut memungkinkan MBG memasuki 2026 dengan cakupan penerima manfaat yang besar sejak hari pertama, sekaligus memperluas ruang peningkatan kualitas layanan.

“Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat. Pada tahun 2026, MBG tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan SPPG serta penguatan edukasi gizi agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memilih makanan sehat dan bergizi,” tegasnya.

Menurut Dadan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk membangun pola konsumsi sehat sejak dini, seiring target peningkatan jumlah penerima manfaat hingga 82,9 juta orang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan