Sang Ibu Ungkap Kronologi Anak di Lubuk Linggau Meninggal karena DBD
Febriani Bunda dari ananda Bilqis Dwi Ufaira saat berada di rumah nenek di RT 04 Jl Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuk Linggau Utara 2, Jumat 9 Januari 2026--
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Awal tahun 2026, sebanyak 4 warga Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kena Demam Berdarah Dengue (DBD).
Salah seorang korbannya, Bilqis Dwi Ufaira murid kelas V SDN 27 Lubuk Linggau usia 12 tahun meninggal dunia Kamis malam 8 Januari 2026.
Sejak Jumat 2 Januari 2026 Bilqis yang berpostur tubuh berisi ini mengalami demam panas. Sang Ibu membawanya berobat di Mangga Besar dekat tempat tinggalnya.
Selama ini Bilqis tinggal di Kelurahan Waringin Lintas, Kecamatan Lubuk Linggau Utara 2, Kota Lubuk Linggau.
Meski masih sakit, Senin 5 Januari 2026 Bilqis masih sekolah. Namun saat pulang Bilqis yang ternyata masih demam, mengeluhkan mual-mual.
Kemudian, Selasa 6 Januari 2026 Bilqis juga masih sekolah. Namun kemudian diantar pulang oleh guru karena wajah Bilqis pucat.
Febriani lalu membawa Bilqis ke Klinik Suud dan katanya ada peradangan amandel. Sempat disuntik di Klinik Suud namun malamnya Bilqis tetap tak ada perubahan.
Selain demam tinggi, Selasa malam Bilqis merasa badannya sakit semua. Sang Ibu mengajak Bilqis ke rumah sakit. Namun Bilqis belum mau.
Rabu pagi 7 Januari 2026 Bilqis bertanya pada Bundanya, siapa yang akan mengantar mereka ke Rumah Sakit.
Sang Bunda bersyukur, artinya Bilqis mau diajak ke Rumah Sakit. Lalu Febriani membawa Bilqis ke RSUD Siti Aisyah.
Rabu pagi itu, kondisi di IGD RSUD Siti Aisyah penuh. Petugas IGD sempat menyarankan Bilqis dibawa ke RS lain. Namun karena sang Bunda sudah tak tega lihat putrinya sesak nafas, ia memilih minta pertolongan utama.
Nakes di RSUD Siti Aisyah mengatakan, kalau mau duduk di kursi roda, Bilqis akan segera diimpus. Karena kalau mau pakai bed, masih penuh didominasi pasien anak-anak.