Pengakuan Desti Lasmita, Mundur dari Jabatan Kades di Musi Rawas, Pilih jadi PPPK Paruh Waktu

Desti Lasmita saat melayani masyarakat yang ingin putra putrinya diimunisasi- Foto: Dok. Puskesmas Sungai Bunut-

MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Desti Lasmita mantap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) Mekar Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumsel.

Surat pengunduran diri Desti Lasmita sudah diterima Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud Rabu 7 Januari 2026.

Sebelumnya, 23 Desember 2025 Desti Lasmita sudah resmi dilantik menjadi PPPK Paruh Waktu. Dan sejak saat itu, ia memantapkan niatnya untuk memilih mengabdi sebagai PPPK Paruh Waktu dan meninggalkan jabatan kades yang masih 6 tahun lagi.

Saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 9 januari 2026, Desti Lasmita menceritakan latar belakang keputusan besar itu diambilnya.

 

Desti merupakan alumni D3 Kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu tahun 2016. Lalu ia lanjut studi dan menuntaskan D4 Kebidanan di kampus yang sama tahun 2017.

"Sejak lulus jadi bidan saya mengabdi di Desa Mekar Jaya, tempat saya lahir dan besar. Saya memilih kuliah kebidanan karena memang panggilan hati saya ingin jadi bidan untuk membantu masyarakat Mekar Jaya. Sebab sejak saya kecil sangat jarang ada bidan betah dinas di desa kami. Karena memang jauh letaknya,  namanya juga daerah transmigrasi, jarak tempuh 2 jam untuk bisa ke ibukota Kabupaten Musi Rawas yakni Muara Beliti. Lalu saya mikir, siapa lagi kalau bukan kita yang mengabdi di desa," ungkap Desti.

Desti memiliki ayah yang 3 periode menjadi kades di Desa Mekar Jaya. Karena sudah 3 periode menjabat, maka sang ayah tak boleh nyalon lagi diperiode ke-4.

"Lalu saya ikut Pilkades 2023. Alhamdulillah terpilih. Meski nyalon kades, saya tetaplah TKS Bidan Desa di Puskesmas Sungai Bunut BTS Ulu," ungkapnya.

 

Meski jadi kades, Desti mengaku sangat konsen menjalankan tugasnya sebagai TKS Bidan Desa.

"Di Mekar Jaya ndak ada Polindes. Tapi saya punya satu ruangan di rumah untuk bisa melayani pasien. Selama jadi kades, dengan dana pribadi saya punya program andalan. Diantaranya  berobat gratis untuk semua masyarakat Desa Mekar Jaya dan Sunat Gratis. InsyaAllah meski saya nanti bukan kades lagi, program ini tetap ada," ungkap Desti.

Detik-detik jelang pelantikan PPPK Paruh Waktu, Desti konsultasi dengan suaminya. Untuk menentukan arah pilihan jadi Kades atau PPPK Paruh Waktu.

"Akhirnya, saya memilih mengabdi ke desa sebagai Bidan Desa. Dengan restu suami dan orang tua, juga atas konsul saya dengan Camat BTS Ulu, saya berproses mengundurkan diri jadi kades. Saya memilih jadi PPPK Paruh Waktu ini untuk karier jangka panjang. Siapa tahu nanti ada peluang jadi PNS. Meski gaji PPPK Paruh Waktu ya tak besar, saya tak mempermasalahkan itu," ungkap Desti.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan