Kadisdikbud Lubuk Linggau : Sebanyak 103 Guru SD - SMP Potensi Didefenitifkan jadi Kepsek

Kepala Disdikbud Kota Lubuk Linggau, Achmad Asri Asril - Foto : Dok. Linggau Pos-

KORANLINGGAUPOS.ID - Setelah pejabat, selanjutnya Wali Kota Lubuk Linggau rencananya juga akan segera melaksanakan pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek). Pasalnya, hingga saat iniada 28 Kepala Sekolah yang diisi oleh Pejabat Pelaksanakan (Plt). 

LAPORAN RIENA MARIS, LUBUK LINGGAU

Untuk itu, Kepala BKPSDM Kota Lubuk Linggau H Dian Chandera meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota untuk segera menyerahkan data calon Kepala Sekolah yang sudah menenuhi persyaratan sesuai dengan Permendikdasmen. 

"Saat ini lagi dibahas di Dinas Pendidikan, karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan Permendikdasmen. Kita BKPSDM masih menunggu dan kita kita berharap segera," ungkap Dian Chandera. 

 

Kepala Disdikbud Kota Lubuk Linggau, Achmad Asri Asril saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID membenarkan ada 28 jabatan Kepsek yang diisi dengan Plt. 

"Saat ini sedang kita verifikasi ada 103 calon Kepsek SD - SMP yang bisa didefenitifkan jadi Kepsek. Hanya saja, ternyata hanya 2 orang yang saat ini sudah mengantongi Sertifikasi Calon Kepala Sekolah. Kalau kita harus menunggu ini, tidak ada yang jadi kepala sekolah. Makanya akan kita laksanakan pelantikan sambil menyukus peningkatan kapasitas termasuk sertifikat tersebut," jelasnya. 

Saat ini proses penjaringan calon Kepsek pun sedang mereka lakukan. 

"Kita memverifikasi mana yang memang paling memenuhi syarat dan ketentuan yang ada sehingga bisa kita defenitifkan jadi Kepala Sekolah," ungkapnya.

 

Lalu bagaimana dengan PPPK, apakah bisa didifinitifkan menjadi Kepsek. Menurut Asril, berdasarkan ketentuan PPPK bisa menduduki jabatan Kepsek. 

"Perlakuannya tentu sama, harus tetap memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ada seperti pengalaman kerja dan syarat lainnya," tegasnya. 

Soal kabar banyak guru yang enggan menjadi Kepsek, Asril mengaku belum mendapat laporan tersebut.

"Yang jelas seluruh lini pekerjaan pasti berbasis resiko. Artinya kita yang dalam menjalankan tupoksi yang diberikan, harus sesuai ketentuan dengan integritas yang tinggi. Jalani apa yang harus dijalani, supaya kita juga nyaman menjalankan pekerjaan," tegasnya lagi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan