Selain Perawatan Dan Perhitungan Modal Perlu Dilakukan Agar Mendapatkan Hasil Maksimal
Tanaman Cabai Rawit Merah, milik Anen warga Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi -Foto :MUSLIMIN-
KORANLINGGAUPOS.ID - Melihat harga cabai cukup menjanjikan, petani di Kabupaten Musi Rawas kini mulai beralih menanam cabai.
Laporan Muslimin, Musi Rawas
JIKA sebelumnya mereka memilih menanam sayuran seperti pare dan mentimun, kini beberapa petani mulai memanfaatkan lahannya dengan menanam cabai.
Anen warga Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi salah satunya. Saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID ia mengaku sengaja tidak menanam sayuran pare, mentimun dan hanya menanam tanaman cabai rawit merah, karena harganya saat ini cukup bagus dipasaran.
"Untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan, tentunya perlu diperhitungkan secara matang, mulai dari biaya, bibit yang akan digunakan serta perawatan pada tanaman cabai yang akan diterapkan. Jika kita sudah melakukan perhitungan yang matang maka hasilnya pun baik," jelasan kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 10 Januari 2026.
Pada musim tanaman kali ini, ia menggunakan varietas cabai rawit merah unggul. Untuk jarak yang diterapkan itu antar batang sekitar 50 cm. dengan luas lahan sekitar seperempat hektar tersebut kami menanam sebanyak 1.700 batang cabai rawit merah.
Karena saat ini musim penghujan, tentunya kami sangat ekstra melakukan perawatan seperti penyemprotan dengan menggunakan fungisida. Karena disaat musim hujan seperti saat ini memang banyak tantangan yang dihadapi oleh Petani cabai.
Agar tanaman cabai ini tumbuhnya normal, sebaiknya dilakukan pemberian pupuk secara maksimal, bisa menggunakan pupuk organik bisa juga menggunakan pupuk kimia sesuai dengan kebutuhan pada tanaman.
“Kalau saya, diusia 7 hari sudah memberikan pupuk NPK dengan cara dicairkan. Dengan populasi 1.700 batang biasanya kami dapat menghabiskan pupuk NPK sebanyak 1 kilogram. Dan dilanjutkan setiap satu minggu sekali dilakukan pengocoran pupuk tersebut," ungkapnya.
Selain itu penyakit yang timbul saat musim penghujan seperti saat ini, itu biasanya bercak daun, busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur, ini tentunya diperlukan penanganan yang serius, jika tidak dilakukan maka dapat menyebabkan gagal panen.
Biasanya kami melakukan penyemprotan dengan fungisida yang memang sesuai dengan anjuran, kalau untuk hama yang lainnya itu biasanya kutu daun. Banyak petani yang kewalahan jika kondisi tanaman cabai nya sudah mulai buah di musim penghujan, itu biasanya buah-buah cabai itu banyak yang busuk.
"Kondisi seperti ini tentunya sangat merugikan para petani,banyak petani yang gagal panen akibat serangan dari penyakit busuk buah. Untuk pencegahannya maka kami rutinkan melakukan penyemprotan dengan fungisida," jelasnya.