Prospek dan Harga Jagung di Musi Rawas Dinilai Menjanjikan
Pinar bersama rekannya saat panen jagung di Desa Wonokerto, Dusun IV, Kecamatan Tugumulyo -foto : Mukmin / Harian Pagi Linggau Pos-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Kabupaten Musi Rawas dikenal sebagai wilayah agraris dengan sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Selain padi sawah, jagung menjadi salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan petani karena dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
Salah seorang petani jagung di Desa Wonokerto Kecamatan Tugumulyo, Pinar saat ditemui di sela-sela panen jagun, mengatakan saat ini dirinya menanam jagung di lahan seluas seperempat hektare dari total sawah yang dimilikinya. Ia memilih menanam jagung jenis bibit Bisi 18 karena dinilai lebih unggul dan tahan terhadap berbagai penyakit.
“Saya pilih bibit Bisi 18 karena tahan terhadap penyakit, tidak mudah busuk batang, dan cukup kuat meski curah hujan tinggi,” ungkapnya.
Untuk lahan seluas seperempat hektare tersebut, Pinar menggunakan bibit sebanyak 3–4 kilogram dengan harga sekitar Rp130 ribu per kilogram. Dari luasan lahan tersebut, hasil panen jagung pipil kering bisa mencapai lebih dari satu ton.
“Saat ini harga jagung pipil kering di tingkat petani sekitar Rp5.500 per kilogram,” jelasnya.
Menurut Pinar, salah satu kendala utama petani jagung di musim hujan seperti sekarang adalah proses pengeringan hasil panen yang membutuhkan waktu lebih lama. Selain itu, jika menanam pada saat curah hujan terlalu tinggi, pertumbuhan jagung berisiko tidak maksimal dan dapat memengaruhi hasil panen.
“Jagung tidak membutuhkan air sebanyak padi sawah. Kalau hujan terlalu sering, pertumbuhannya bisa terganggu,” tambahnya.
Untuk masa tanam, jagung jenis Bisi 18 dapat dipanen dalam waktu sekitar 3 hingga 4 bulan atau sekitar 115 hari sejak tanam. Sementara itu, proses pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada usia tanaman 15 hari, 30 hari, dan 45 hari, serta pemupukan terakhir saat tanaman mulai berbunga.
“Kalau dipanen di umur 115 hari ini jagung sudah keringdi batang sehingga jika disinpan dulu masih aman tidak berjamur”,ungkapnya.
Pinar menilai, jagung hingga saat ini masih memiliki prospek yang cukup baik dengan harga yang relatif stabil. Selain perawatannya yang tidak terlalu rumit, hasil panen yang diperoleh juga cukup maksimal jika dikelola dengan baik.
Ia berharap ke depan harga jagung tetap stabil bahkan meningkat, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat petani di Kabupaten Musi Rawas.