Lansia Pengunjung Klub Malam Meninggal Dunia, Istri Sebut Bukan Overdosis
Pengunjung Darma Agung Club 41 tiba-tiba meninggal dunia- Foto: Dok. SUMEKS-
PALEMBANG, KORANLINGGAUPOS.ID - Kabar meninggalnya seorang pengunjung di Darma Agung Club 41 yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak keluarga.
Informasi yang menyebut korban meninggal akibat overdosis dipastikan tidak benar.
Pihak keluarga menegaskan bahwa almarhum FS (60) wafat karena penyakit jantung yang telah lama dideritanya.
Dilansir dari sumateraekspres.id, istri korban menyatakan bahwa suaminya memiliki riwayat gangguan jantung serius dan telah menjalani pemasangan ring jantung jauh sebelum peristiwa tersebut terjadi.
"Tidak benar jika dikatakan overdosis. Suami saya memang sudah lama mengidap penyakit jantung,” ujar istri korban saat ditemui di Rumah Sakit Myria, dengan nada emosional.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban datang ke Club 41 bersama seorang rekan perempuannya.
Berdasarkan keterangan saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV), aktivitas korban di lokasi hiburan malam itu berlangsung normal sebagaimana pengunjung lainnya.
Namun, beberapa jam kemudian kondisi korban dilaporkan tiba-tiba menurun drastis. Korban mengeluhkan sesak napas berat dan nyeri hebat di bagian dada.
Salah satu saksi mata menyebutkan bahwa korban terlihat kesulitan bernapas dan menunjukkan tanda-tanda kegawatan medis.
Mengetahui situasi tersebut, petugas keamanan klub segera melakukan tindakan cepat. Pertolongan pertama langsung diberikan sebelum korban dievakuasi menuju rumah sakit terdekat. Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.
Istri korban kembali menegaskan bahwa kondisi medis suaminya memang sudah rentan. Ia juga menyayangkan beredarnya informasi tidak benar di media sosial yang dinilai sangat melukai perasaan keluarga. Menurutnya, kabar tersebut memperparah duka yang sedang mereka alami.
“Kami sangat terpukul. Di saat berduka, justru muncul kabar yang tidak sesuai fakta,” tuturnya.