Kurap Bisa Menular ? Ini Penjelasannya
Ada beberapa cara kurap dapat menyebar, salah satunya kontak langsung dengan penderita--
KORANLINGGAUPOS.ID - Apakah kurap bisa menular? Ini penjelasannya.
Kurap merupakan infeksi jamur dermatofita yang menyerang kulit, rambut, atau kuku. Ruamnya biasanya berbentuk lingkaran kemerahan, terasa gatal, dan dapat menyebar jika tidak ditangani dengan benar.
Jika ada seseorang sedang terkena kurap sebaiknya dihindari. Pasalnya, kurap termasuk penyakit menular yang bisa berpindah dengan cepat dari satu orang ke orang lain, terutama bila kulit lembap, terdapat luka kecil, atau kebersihan tidak terjaga.
Penularannya dikutip dari alodokter, bisa terjadi 1–2 minggu sebelum gejala terlihat. Kondisi ini akan tetap menular sampai semua spora jamur hilang dari kulit, yang bisa memakan waktu beberapa minggu atau bahkan bulan meski sudah menjalani pengobatan.
Ada beberapa cara kurap dapat menyebar, seperti kontak langsung dengan penderita, berbagi barang pribadi yang terkontaminasi jamur, misalnya handuk, pakaian, atau seprai.
Lingkungan lembap, seperti gym, ruang ganti, atau kamar mandi umum dan dari Hewan peliharaan yang terinfeksi dapat menularkan jamur melalui bulu atau kulitnya
Tapi tidak semua orang yang terpapar akan langsung terinfeksi. Risiko terkena infeksi jamur ini meningkat bila daya tahan tubuh menurun, kulit sering lembap atau berkeringat, serta kebersihan kurang terjaga.
Lalu bagaimana cara mencegah penularan kurap ?
Jaga kebersihan kulit dan lingkungan. Biasakan mandi setelah beraktivitas, mengeringkan area lipatan tubuh dengan benar, dan rutin mengganti handuk, pakaian, serta seprai agar jamur tidak mudah berkembang.
Hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, sisir, topi, atau alat perawatan tubuh lainnya untuk mencegah perpindahan jamur yang ada di barang ke kulit.
Bersihkan alat dan permukaan yang dipakai bersama seperti matras gym, karpet bermain, atau peralatan olahraga perlu disemprot disinfektan secara rutin. Cara ini efektif untuk mencegah jamur bertahan dan mengurangi risiko penularan ke pengguna berikutnya.
Rawat hewan peliharaan secara rutin. Periksa kondisi kulit dan bulu mereka, terutama bila terlihat rontok atau bersisik, dan segera bawa ke dokter hewan untuk memastikan tidak ada infeksi jamur. (*)