Cegah DBD dan Keparahan Gejala dengan Vaksin Dengue

Selain pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus dan Fogging, Penularan DBD juga bisa dilakukan dengan vaksin DBD--

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Jumat, 9 Januari 2026 kemarin satu pasien DBD anak-anak di Kota Lubuk Linggau meninggal dunia. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuk Linggau Dr Apt Marlinda Sari melalui Kabid P2P Dinkes Kota Lubuk Linggau, Lena Agutina saat dibincangi KORANLINGGAUPOS.ID, Jumat 9 Januari 2026 mengungkapkan pihaknya mencatat untuk awal Januari 2026 hingga kemarin sudah ada 4 kasus DBD. Sementara sepanjang 2025, terdata ada sebanyak 373 pasien DBD di Kota Lubuk Linggau.

Hal ini membuat para orang tua di Lubuk Linggau merasa khawatir, anaknya mengalami hal yang sama. Pencegahan pun harus dilakukan. 

Selain pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus dan Fogging, Penularan DBD juga bisa dilakukan dengan vaksin DBD. 

 

Vaksinasi merupakan salah satu strategi untuk mengatasi infeksi dengue yang dapat menyebabkan kematian. 

Lalu ketika anak sudah tertular DBD apakah masih bisa dilakukan divaksin untuk pencegahan ? Dokter spesialis anak di Kota Lubuk Linggau, dr. Ricky Pebriansyah, Sp.A., M.Ked.Klin berikan penjelasan. 

dr Ricky menjelaskan, Vaksin DBD dibuat dari virus tipe 2/DENV-2 yang dilemahkan sebagai tulang punggung genetiknya. Tetapi membran protein dan envelope proteinnya juga diambil dari virus tipe 1, tipe 2 dan tipe 4. Sehingga vaksin DBD ini bisa melindungi keempat tipe virus DBD. 

"Vaksin DBD ini bermerek QDenga TAK 003. Vaksin ini diberikan tiga bulan setelah pasien DBD dinyatakan sembuh dari DBD dan diberikan kepada anak usia minimal 6 tahun dan dewasa maksimal usia 45 tahun. Vaksin diberikan dua kali dengan interval tiga bulan," jelasnya.

 

Bahkan ungkap dr Ricky, jika anak belum pernah terkena DBD pun vaksin ini dapat langsung diberikan kepada anak dari usia 6 tahun tanpa harus dilakukan pemeriksaan darah darah sebelumnya. 

"Karena tujuan diberikannya vaksin ini, tidak hanya mencegah tetapi mencegah keparahan penyakit DBD yang ditimbulkan. Ketika anak masih tertular DBD, karena sudah diberikan vaksin maka akan cepat sembuh dan tidak harus dirawat rumah sakit," ungkapnya. 

Sebagai perlindungan untuk anak, ia pun mengimbau kepada orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapat vaksin DBD.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Vaksin dengue merupakan vaksin yang dirancang untuk melindungi seseorang dari infeksi virus dengue. Seperti halnya vaksin lainnya, vaksin dengue belum mampu memberikan perlindungan hingga 100% terhadap infeksi virus dengue. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan