Wajib Dicoba, ini Keunggulan Budidaya Melon dengan Metode Greenhouse
Jenis tanaman melon yang sudah dikembangkan di Green House Agrowisata Petik Melon diantaranya jenis Sweetnet dan Honey globe. -Foto: Dok. Muslimin/Linggau Pos -
KORANLINGGAUPOS.ID - Penurunan kualitas kesuburan tanah dan perubahan iklim serta dampak alih fungsi lahan, terus menjadi ancaman nyata bagi petani dalam menjalankan usahanya dengan menggunakan cara konvensional.
LAPORAN MUSLIMIN, MUSI RAWAS
Meskipun demikian, saat ini sudah banyak petani-petani milenial di Kabupaten Musi Rawas yang telah beralih dari menggunakan cara konvensional ke cara bertani yang lebih modern.
Modernisasi pertanian merupakan salah satu kunci peningkatan produksi dan produktivitas, mutu hasil pertanian serta pendapatan petani.
Petani yang melakukan modernisasi pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi usaha tani sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Seperti modernisasi pertanian dengan menggunakan greenhouse.
Salah satunya, yang telah menerapkan metode ini adalah Ahmad Tigor Prakoso, petani milenial dari Desa E wonokerto Kecamatan Tugumulyo, yang telah setelah sukses membudidaya tanaman melon premium dengan menggunakan sistem vegetasi tetes dan sistem hidroponik Dynamic Root Floating Technique(DRFT).
Sistem DRFT merupakan modifikasi dari sistem rakit apung(Floating Raft Sistem) yang bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam larutan nutrisi. Selain itu DRFT memungkinkan akar tanaman menggantung di udara dan sebagian terendam dalam larutan nutrisi.
Sehingga mendapatkan oksigen yang lebih baik, kemudian sistem ini memang cocok untuk berbagai jenis tanaman baik itu buahan maupun sayuran. diantaranya melon, tomat dan cabe serta dapat digunakan untuk sistem NFT dan DFT. Jelasnya.
Ia menambahkan, jika menggunakan Greenhouse itu disaat musim penghujan seperti saat ini itu tidak ada dampaknya hanya saja ada peningkatan di tingkat kelembapan yang tinggi. untuk antisipasi akan jamur dan penyakit itu kami biasanya lakukan penyemprotan dengan fungisida.
Jika tidak diantisipasi maka akan muncul jamur di daun dan embun bulu serta busuk batang, selain itu juga tergantung dengan jumlah tanaman melon jika terlalu rapat atau padat itu sangat beresiko munculnya jamur dan sebagainya karena terjadi kelembaban yang tinggi. jelasnya.
Usaha yang diberi nama Agrowisata Petik Melon, ini saat ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat khususnya bagi pecinta melon. Bahkan saat ini mereka Open Farm yang hanya dilakukan selama dua hari dari tanggal 10-11 Januari 2026 dari pukul 09.00 WIB hingga Pukul 16.00 WIB.
Selain itu kalau dulu kami itu dalam satu batang melon itu hanya 2 buah yang kami besarkan, namun karena hasilnya kurang maksimal maka saat ini kami putuskan hanya 1 buah saja yang kami besarkan, dengan rata-rata memiliki berat sekitar 1,5 hingga 2 kilogram per buahnya. jelasnya.