Cegah DBD, dr Ahmar Kurniadi, Sp.PD Rincikan Tempat Favorit Nyamuk Aedes Aegypti
dr Ahmar Kurniadi, Sp.PD - Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Kota Lubuk Linggau Sumsel - Foto: Dok. Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Setiap bulan pasti ada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala utamanya adalah demam atau suhu badan tinggi (hingga 38 Derajat Celcius).
"Jadi kalau anak demam jangan ditoleransi sampai lebih dari 3 hari. Maksimal kalau sudah 2 hari demam langsung ajak ke RS untuk cek darah. Cek darah ini segera agar diketahui anak sakit apa," jelas dr. Ahmar Kurniadi, Sp.PD saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID
Kenapa harus dicek darah segera?
dr Ahmar mengingatkan, jangan sampai gara-gara terlambat ditangani berakibat fatal pada pasien.
Dijelaskan dr Ahmar, DBD dimulai dengan fase pertama demam Hari 1-3.
"Biasanya anak mengalami demam tinggi naik mendadak hingga 40°C, bisa berlangsung 2-7 hari. Gejala khas DBD ini, sakit kepala (terutama di dahi), nyeri belakang mata, otot, tulang, dan sendi. Kadang juga disertai mual dan muntah yang terjadi karena dehidrasi. Gejala lainnya, anak menjadi malas makan. ada juga yang mengalami bintik kemerahan pada kulit. Hanya saja, tidak semua pasien mengalami gejala ini. Kadang tak pakai bintik merah, tapi ternyata saat BAB fesesnya hitam. Bahkan ada yang mimisan. Ini pecah pembuluh darahnya di lambung biasanya," jelas dr Ahmar.
Ketika demam anak menurun, orang tua jangan menganggap pasien sembuh. Demam turun justru masuk fase kritis biasanya terjadi di hari ke-4 atau ke-5.
Demam Menurun maksudnya suhu tubuh turun (bisa di bawah 37°C) namun kondisi anak memburuk, bukan tanda sembuh.
Biasanya, demam turun disertai trombosit menurun ditandai muncul bintik merah (petechiae) di kulit, mimisan, gusi berdarah, atau BAB/urine berdarah.
"Kadang pasien juga mengalami perut kembung dan terasa nyeri. Fisik pasien akan pucat dan keluar keringat dingin. Kulit anak menjadi pucat dan dingin, keluar keringat dingin," jelas dr Ahmar.
dr Ahmar mengatakan, DBD biasanya mulai mewabah saat akhir musim panas dan awal musim penghujan (transisi).
Dari laman Kemenkes RI, penyebab DBD adalah virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, virus masuk ke dalam tubuh manusia.