Guru SMPN 5 Lubuk Linggau Punya Cara Kreatif Dorong Anak Semangat Belajar Literasi

Guru Bahasa Indonesia SMPN 5 Lubuk Linggau, Harlayati, S.Pd -Foto : Yulmi Pransiska / Linggau Pos -

LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Upaya meningkatkan literasi siswa terus dilakukan oleh para pendidik di SMP Negeri 5 Lubuk Linggau. 

Salah satunya guru Bahasa Indonesia, Harlayati, S. Pd., yang mengajar di kelas VIII. Dengan total 32 siswa dalam satu kelas dan mengampu hingga empat kelas sekaligus, ia tetap konsisten menghadirkan pembelajaran yang inspiratif dan menyenangkan.  

Menurut Harlayati, setiap siswa memiliki karakter dan minat yang berbeda. Ada yang gemar membaca puisi, menulis cerita, bermain drama, hingga menekuni hobi lain yang berkaitan dengan literasi. 

Untuk itu, ia memberikan berbagai tugas yang disesuaikan dengan minat siswa agar mereka merasa lebih terlibat dan termotivasi. 

BACA JUGA:SMPN 5 Lubuk Linggau Deklarasikan Generasi Emas, Kepala Sekolah Sampaikan Harapan Besar

BACA JUGA:Guru BK SMPN 5 Lubuk Linggau Fokuskan Konseling Karier, Mental Sehat, dan Masa Depan Cerah Bagi Siswa

“Kami berusaha agar setiap anak bisa menyalurkan bakatnya melalui kegiatan literasi. Dengan begitu, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan kreativitas,” ujarnya.  

Tak hanya mengandalkan metode konvensional di dalam kelas, Harlayati juga sering mengajak siswa belajar di perpustakaan sekolah. 

Suasana yang berbeda membuat anak-anak lebih rileks dan fokus. Bahkan, kegiatan belajar kadang dilakukan di bawah pohon di halaman sekolah. 

“Belajar di alam terbuka membuat siswa lebih segar, tidak jenuh, dan lebih mudah menerima materi,” tambahnya.  

BACA JUGA:SMPN 5 Lubuk Linggau Gelar Persami dan Deklarasi Generasi Emas

BACA JUGA:Konselor Sebaya Cegah Bullying di SMPN 5 Lubuk Linggau

Inovasi lain yang dilakukan adalah menghadirkan pojok baca di setiap kelas. Pojok baca ini didesain secara kreatif dengan dekorasi menarik agar siswa betah berlama-lama membaca. 

Buku-buku yang tersedia pun beragam, mulai dari karya sastra, cerita anak, hingga bacaan populer yang sesuai dengan usia remaja. Keberadaan pojok baca ini menjadi salah satu strategi sekolah untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini.  

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan