Lulusan Prodi Sosial Ekonomi Pertanian UNPARI Prospek Kerja di BUMN, Biaya Kuliah Bisa Dicicil
Mahasiswa Prodi Sosial Ekonomi Pertanian UNPARI saat kunjungan industri di PT. Great Giant Pineapple Bandar Lampung -Foto: DOK. UNPARI-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Salah satu program non pendidikan yang ada di Universitas PGRI Silampari (UNPARI), yaitu Program Studi (Prodi) Sosial Ekonomi Pertanian yang bernaung dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Saat diwawancara KORANLINGGAUPOS.ID, Rektor Universitas PGRI Silampari Dr. H. Rudi Erwandi didampingi Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Dr. Victor Pandra dan Ketua Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Syabawaihi, S.P., M.Si menjelaskan, Prodi Sosial Ekonomi Pertanian UNPARI merupakan bidang akademik yang mempelajari aspek-aspek sosial dan ekonomi dalam pertanian.
Program studi ini menggabungkan pengetahuan tentang ilmu pertanian dengan ilmu sosial seperti sosiologi, ekonomi, dan manajemen.
Kata Syabawaihi, tujuan utama adanya Prodi Sosial Ekonomi Pertanian adalah untuk memahami dan menganalisis faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi pertanian, baik di tingkat individu, komunitas, maupun nasional.
BACA JUGA:4 Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Kuliah di Prodi DKV UNPARI Lubuk Linggau
BACA JUGA:Dr. Rais Firlando, Dosen Doktor ke-46 UNPARI Bercerita Tentang Perjuangannya Raih Beasiswa S3

Mahasiswa Prodi Sosial Ekonomi Pertanian UNPARI saat study tour di Kawah Putih Bandung- Foto: DOK. UNPARI-
Nilai plus menjadi mahasiswa Prodi Sosial Ekonomi Pertanian UNPARI baik selama masa studi maupun setelah lulus:
1. Pemahaman Multidisiplin: Program studi ini menggabungkan ilmu ekonomi, sosiologi, manajemen, dan pertanian. Mahasiswa akan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana aspek-aspek ekonomi dan sosial berinteraksi dalam konteks pertanian.
2. Kontribusi untuk Pembangunan Pedesaan: Dengan memahami bagaimana kebijakan dan strategi ekonomi dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan, mahasiswa bisa berperan langsung dalam pembangunan berkelanjutan.
3. Kemampuan Analisis dan Manajerial: Mahasiswa dilatih untuk memiliki kemampuan analisis yang tajam, terutama dalam mengidentifikasi masalah ekonomi di sektor pertanian dan mencari solusinya. Selain itu, mereka juga dibekali dengan keterampilan manajerial yang dibutuhkan dalam mengelola usaha atau proyek agribisnis.
4. Peluang Kewirausahaan: Pengetahuan tentang agribisnis dan manajemen memberi mahasiswa kemampuan untuk memulai usaha sendiri di bidang pertanian atau pangan, seperti mendirikan startup agribisnis atau berinovasi dalam rantai pasok pertanian.
5. Kontribusi Terhadap Ketahanan Pangan: Lulusan prodi ini dapat berperan dalam pengembangan kebijakan dan strategi untuk meningkatkan ketahanan pangan, yang merupakan isu penting di banyak negara, termasuk Indonesia.
6. Jaringan dan Kolaborasi: Selama studi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk membangun jaringan dengan akademisi, profesional, dan praktisi di bidang sosial ekonomi pertanian, yang bisa sangat berharga untuk pengembangan karir di masa depan.