Cerita Petani Musi Rawas Detik-detik Menegangkan Bertahan Hidup saat Diserang Buaya
Kondisi Tiwan saat di temui dirumahnya -Foto : Mukmin Harian Pagi Linggau Pos-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Tiwan, warga Dusun V Desa Sadar Karya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas (Mura) nmasih mengingat jelas, detik-detik menegangkan saat dirinya diserang buaya ketika sedang mencari rumput untuk pakan untuk kambing.
Kejadian itu terjadi di Desa Megang Sakti IV, Kecamatan Megang Sakti, Musi Rawas, Selasa 13 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Minggu, 18 Januari 2026, Tiwan menceritakan sebelum kejadian tersebut, ia tidak memiliki firasat buruk apa pun. Seperti hari-hari biasa, ia berangkat mencari rumput di lokasi yang memang sering ia datangi.
“Saat itu memang kondisi sedang banjir. Biasanya kalau tidak banjir, daerah itu kering dan motor bisa lewat,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya.
Saat menyebrangi jalan yang tergenang air sepanjang kurang lebih 13 meter, dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, Tiwan tiba-tiba merasakan serangan mendadak. Seekor buaya menyerangnya dari bawah dan menggigit paha kiri.
Meski terkejut, Tiwan mengaku tidak panik. Ia segera berpegangan pada sebatang kayu menggunakan tangan kiri, sementara tangan kanannya yang memegang arit langsung diayunkan ke arah buaya.
“Saya kaget dan tahu itu buaya. Langsung saya ayunkan arit ke arah buaya, tapi pakai bagian punggungnya. Saya takut kalau pakai yang tajam, nanti kena saya sendiri di dalam air,” ungkapnya.
Beberapa kali pukulan membuat buaya sempat mundur. Namun, hewan buas tersebut kembali menyerang dan menggigit paha kanan Tiwan. Secara refleks, ia menghantam buaya dengan siku kanannya hingga akhirnya gigitan terlepas.
Belum sempat menjauh, buaya itu kembali melompat dari arah belakang. Tiwan sempat merunduk, sehingga buaya hanya mengenai bagian perut kiri dan menyebabkan luka.
Dengan tekad kuat untuk bertahan hidup, Tiwan berhasil menyeberangi genangan air. Namun karena takut buaya kembali menyerang, sementara motornya berada di seberang, ia memilih memutar jalan sejauh sekitar 300 meter dengan langkah tertatih untuk mencapai kendaraannya dan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Tiwan sempat mengganti pakaian sebelum akhirnya diantar tetangganya ke Puskesmas Mangunharjo. Di sana, ia mendapatkan perawatan medis dan beberapa jahitan akibat luka gigitan buaya.
“Saya dirawat selama tiga hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang,” jelasnya.