Biaya Pengobatan Abbad Puluhan Juta, Begini Penjelasan Orang Tua, Manager dan Panitia PGRI Lubuk Linggau
Suasana Tournamen Sepak Bola Mini yang diadakan PGRI Kota Lubuk Linggau di Lapangan Eks. Kompi Lubuk Linggau, Sabtu siang 17 Januari 2026 - Foto : Dok. Linggau Pos-
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID - Sabtu 17 Januari 2026 dari pukul 22.00-00.30 WIB, M. Abbad Nailun Nabhan jalani operasi untuk menyembuhkan cidera pada kaki kanannya, di RS AR Bunda Lubuk Linggau.
Saat ini, Abbad masih masa pemulihan. Kesembuhan Abbad menjadi hal yang amat dinanti Sang Ayah Agus Hermanto dan istri.
"Semoga anak kami bisa lekas sehat," ungkap Guru SMA di Musi Rawas itu, saat diwawancara Ahad 18 Januari 2026.
Bagaimana dengan pertanggungjawaban biaya pengobatan Abbad?
Sang Ibu mengatakan, hingga pukul 21.11 WIB keluarganya, Manager Linggau Soccer School Club, dan Panitia Tournamen Sepakbola Mini PGRI Lubuk Linggau masih bermusyawarah di dekat kamar tempat Abbad dirawat di RS AR Bunda Lubuk Linggau.
BACA JUGA:Lulusan Prodi Sosial Ekonomi Pertanian UNPARI Prospek Kerja di BUMN, Biaya Kuliah Bisa Dicicil
Sang Ibu sempat mengirimkan foto proses musyawarah untuk membahas pertanggungjawaban biaya pengobatan Abbad hingga sembuh.
"Kalau biaya, memang kalkulasinya kami belum tahu. Tapi yang pasti besak. Bisa jadi sampai puluhan juta. Tadi siang Panitia datang ke sini, besuk Abbad. Nah, tadi perawat minta kami tandatangan caknyo soal biaya. Nah, aku minta Panitia datang ke sini. Kami nak tahu bukti pertanggungjawaban mereka makmano. Ini sedang dibahas malam," terang ibu dari Abbad.
Manager Linggau Soccer School Club Brama juga membenarkan, setelah even selesai, pihaknya akan musyawarah dengan Ketua Panitia Kegiatan, membahas pertanggungjawaban penyelenggara terhadap insiden yang dialami Abbad.
Sementara saat KORANLINGGAUPOS.ID mewawancara Sabudin Minggu sore 18 Januari 2026, ia memastikan meskipun even sudah selesai, panitia tetap akan membantu Abbad hingga pulih.
BACA JUGA:Jemaah Cadangan dan Lansia Muratara Bakal Ikut Pelunasan Biaya Haji Tahap 2
"Tadi saya ke RS, ngobrol dengan Ibu dan Bapaknya Abbad. Yang pasti kami berusaha memberikan yang terbaik untuk Abbad. Yang jelas diminta atau dak diminta, kami panitia akan membantu. Cakmanopun anak ini masa depannya masih panjang. Anaknya juga bagus dan berbakat," ungkap Sabudin.