Pengelolaan limbah Organik di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Upaya Dukung Keberlanjutan Pangan
Terlihat warga Binaan, sedang melakukan pembuatan pupuk kompos berbasis pengolahan limbah organik. -Foto : Dok Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, terus meningkatkan pembinaan kemandirian terhadap warga binaan serta mendukung pelestarian lingkungan, melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk kompos berbasis pengolahan limbah organik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemanfaatan limbah organik, diantaranya sisa sayuran dan dedaunan, yang diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.
Proses pembuatan pupuk kompos tersebut melibatkan warga binaan di bawah pengawasan petugas, sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, belum lama ini.
Dari rilis yang diterima KORANLINGGAUPOS.ID, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan lapas, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah selesai menjalankan masa pidana.
"Melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos ini, kami ingin menanamkan nilai kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan Lapas kelas IIA Muara Beliti, serta keterampilan yang memiliki nilai ekonomis bagi warga binaan," ungkapnya.
Pupuk kompos yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Narkotika Muara Beliti, sehingga tercipta siklus pembinaan yang berkelanjutan antara pengolahan limbah dan program ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan ramah lingkungan sejalan dengan tujuan pemasyarakatan.