Cuaca Ekstrem, PPL di Musi Rawas Imbau Petani Rutin Lakukan Monitoring
PPL Desa Prabumulih II Emi Lianti,.S.P, saat melakukan monitoring di lahan tanaman melon milik Tukijo kelompok tani Sadar Tani- Foto :Dokumentasi Pribadi-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Petugas penyuluhan pertanian lapangan(PPL) Desa Prabumulih II Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, lakukan monitoring tanaman melon di Kelompok Tani Sadar Tani, Rabu 21 Januari 2026.
Monitoring dilakukan sebagai salah satu cara untuk membantu para petani memantau kesehatan tanaman melon dari hama dan penyakit, dengan dilakukan kegiatan tersebut juga dapat mendeteksi sedini mungkin serangan hama dan penyakit.
"Dengan dilakukan monitoring, petani juga dapat memberikan tindakan yang tepat dalam pengendalian menggunakan insektisida atau pestisida yang tepat dan dilakukan secepatnya," ungkap PPL Desa Prabumulih II Emi Lianti,.S.P. kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Rabu 21 Januari 2026.
Monitoring dilakukan di lahan milik Tukijo dari kelompok Tani Sadar Tani, yang memiliki luas lahan seperempat hektar dengan jumlah populasi tanaman sekitar 2.500 batang melon varietas merlin. Yang saat ini sudah berusia 35 hari setelah tanam (HST).
Dirinya menambahkan di usia tanaman melon saat ini pemilik tanaman sedang melakukan proses pengikatan batang melon, proses tersebut merupakan tahap yang krusial dalam perawatan fase generatif.
"Tanaman melon pada umumnya sudah mencapai puncak lanjaran selain itu buah tanaman melon juga sudah mulai terbentuk. Tujuan lainnya dilakukan kegiatan tersebut adalah untuk menjaga batang agar tetap tegak, menahan beban buah yang mulai berat serta memastikan pencahayaan matahari merata," jelasnya.
Setelah dilakukan monitoring pada tanaman melon tersebut, ternyata ditemukan hama kutu kebul yang menyebabkan daun pada tanaman menjadi keriting. Hal ini biasa terjadi di kondisi cuaca seperti saat ini, dapat menyebabkan daun mengeriting, menguning dan pertumbuhan terhambat sehingga penanganan fokus pada pengendalian vektor. Nutrisi, sanitasi lahan dan nutrisi di lahan untuk pemulihan atau pencegahan.
"Kami juga mengimbau kepada petani agar melakukan monitoring mandiri, setiap hari mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Jika intensitas serangan terus meningkat maka kami menyarankan melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) akan hama tersebut," imbaunya.