Terduga Pelaku Pembunuhan di Marga Bakti Lubuk Linggau Diamankan, Begini Hasil Interogasi Polisi

Supriyadi terduga pelaku pembunuhan terhadap Suhar (51) warga RT 03 Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau Sumsel, Sabtu 24 Januari 2026.-Foto: Polsek Lubuk Linggau Utara. -

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Utara, Ipda Benny Kurniawan saat dikonfirmasi KORANLINGGAUPOS.ID mencertakan kronologi kejadian. 

Kanit menjelaskan, saat kejadian korban sedang dalam keadaan berduka karena ayahnya baru saja meninggal dunia, Jumat 23 Januari 2026 dan dimakamkan tadi pagi sekitar pukul 10.00 EIB.

BACA JUGA:Lanjutan Kasus Pembunuhan di Muratara. JPU Tegaskan Dakwaan Sudah Sesuai, Minta Buktikan di Pengadilan

BACA JUGA:Terdakwa Kasus Pembunuhan Temannya Sendiri Lolos Hukuman Mati, Divonis Hakim Pidana 20 Tahun Penjara

Namun saat pemakaman sang ayah, korban tidak ikut namun pergi ke rumah pelaku.

Korban dan pelaku masih ada hubungan, karena kakak pelaku menikah dengan adik korban. 

"Saat kejadian tidak ada warga yang melihat, karena masih fokus menghadiri pemakaman ayah korban. Hanya saja, sebelum kejadianadawarga yang melintas rumah pelaku, melihat korban dan pelaku ngobrol didepan rumah pelaku. Setelah itu tidakadayang lihat, tiba-tiba pelaku berlari membawa parang sementara korban ditemukan terkapar didepan rumah," jelas Kanit.

Korban mengalami lebih kurang 8 bacokan, di leher, ditangan dan bagian tubuh lainnya.

BACA JUGA:Korban Pembunuhan di Hotel Ternyata Wanita Hamil, Begini Penjelasan Dokter Forensik

BACA JUGA:Warga Binaan Kasus Percobaan Pembunuhan Berencana Ditemukan Tak Bernyawa

Sempat di bawa ke Rumah Sakit namun karena pendarahan hebat yang diderita, belum sampai RSUD Siti Aisyah, korban meninggal dunia. 

"Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolsek sedang kita introgasi awal, namun karena masih syok pelaku belum mau bicara apa yang membuat ia nekat membacok korban hingga 8 kali bacokan tersebut," ungkap Kanit.

Namun keterangan dari keluarga maupun warga, keduanya tidak pernah terlihat ada masalah dan tidak pernah terlibat perselisihan. 

"Sehari-hari, pelaku dan korban sama-sama petani. Dan informasi dari warga maupun keluarga tidak pernah cekcok, atau terlibat pertengkaran. Jadi motifnya kita belum bisa simpulkan. Meskipun kemungkinan bisa saja karena dendamatau tersinggung, melihat bacokan yang dilakukan pelaku. Tapi kita belum bisa simpulkan. Nanti kalau pelaku sudah bisa kita ajak bicara, kita introgasi lagi apa yang menyebabkan ia nekat membacok korban," ungkapnya lagi. 

BACA JUGA:Pembunuhan 3 Anggota Polisi, Kopda Bazarsah Minta Dibebaskan dari Segala Tuntutan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan