Ustadz Ahmad Fikri: Sambut Ramadhan dengan Perbanyak Puasa Sunah dan Amal Kebaikan
Pimpinan Pondok Pesantren Uswatun Hasanah, Ustadz Ahmad Fikri, S.Pd.I, -Foto : Yulmi Pransiska / Linggau Pos -
LUBUK LINGGAU, KORANLINGGAUPOS.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri dengan berbagai amalan dan ibadah.
Pimpinan Pondok Pesantren Uswatun Hasanah, Ustadz Ahmad Fikri, S.Pd.I, memberikan nasihat kepada masyarakat agar memperbanyak puasa sunah dan amal kebaikan di sisa bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menyambut bulan penuh kemuliaan tersebut.
0Dalam wawancara yang dilakukan, Ustadz Ahmad Fikri menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan.
“Bulan suci Ramadhan ini banyak kemuliaan. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan, serta kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih ampunan Allah SWT,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa persiapan menyambut Ramadhan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga secara spiritual. Dengan memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban, seorang Muslim akan lebih siap menghadapi intensitas ibadah di bulan Ramadhan.
Ustadz Ahmad Fikri menyebutkan beberapa amalan yang sebaiknya diperbanyak menjelang Ramadhan, di antaranya:
* Puasa Sunah: Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam agar melatih diri sebelum memasuki Ramadhan.
* Sedekah dan Amal Sosial: Membantu sesama, baik melalui sedekah maupun kegiatan sosial, menjadi salah satu cara untuk membersihkan hati dan mempererat ukhuwah.
* Memperbanyak Dzikir dan Doa: Mengingat Allah SWT dengan dzikir serta memperbanyak doa agar diberikan kekuatan menjalani ibadah Ramadhan dengan baik.
* Membaca Al-Qur’an: Membiasakan diri membaca Al-Qur’an di bulan Sya’ban akan memudahkan seseorang untuk meningkatkan tilawah di bulan Ramadhan.
Dalam pesannya, Ustadz Ahmad Fikri mengajak masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan di bulan Sya’ban. “Perbanyaklah amal kebaikan, jangan menunggu Ramadhan baru kita bersemangat. Justru persiapan di bulan Sya’ban akan membuat kita lebih siap secara ruhani dan jasmani,” katanya.