Jelang Ramadan, Stok Daging di Musi Rawas Aman
Petugas Dinas Ketahanan Pangan (DKP)Kabupaten Musi Rawas, saat melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di pasaran- Foto :DOK DKP Musi Rawas-
MUSI RAWAS, KORANLINGGAUPOS.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Musi Rawas memastikan bahan pokok di Kabupaten Musi Rawas dalam kondisi cukup, termasuk stok daging Ayam maupun daging sapi.
Mereka memastikan stok aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga awal ramadhan, karena pasokan dari produksi domestik ditambah impor.
“Selain itu kami juga aktif, mengawasi harga dan distribusi agar tidak ada gangguan pasokan maupun lonjakan harga yang tak terkendalikan," ungkap Plt Kepala DKP Kabupaten Musi Rawas, Ervan Malik, SP.M.Si melalui Kabid Ketersediaan Pangan Indarwanto. SP. M.Si.
Pihaknya bersama satgas pangan dan instansi terkait terus melakukan pemantauan stok dan harga pangan secara intensif, dengan monitoring rutin di pasar tradisional, agen hingga gudang distributor. Tujuannya untuk melihat ketersediaan stok daging dan bahan pokok lainnya, serta memastikan tak ada penimbunan barang,
Selain mengawasi pergerakan harga. Ketika permintaan meningkat, pemantauan ini juga penting untuk mendeteksi potensi kenaikan harga atau kelangkaan awal. Pihaknya akan menyelenggarakan Operasi Pasar/Pasar Murah, khususnya untuk komoditas pokok.
"Agar masyarakat tetap dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau dan suplai tidak menipis secara lokal. Ini juga membantu menjaga harga tetap stabil saat permintaan meningkat," jelasnya.
DKP Musi Rawas juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Bulog, peternak, distributor, koperasi dan satgas pangan daerah serta lintas sektor terkait untuk memastikan distribusi daging dan bahan pokok berjalan lancar tanpa hambatan logistik atau praktik penimbunan
"Pemerintahan daerah juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak (tidak menimbun bahan pokok secara berlebihan), sehingga permintaan yang melonjak tidak menyebabkan kelangkaan atau lonjakan harga," imbaunya.
Dijelaskannya memang ada beberapa bentuk program dan kegiatan yang bertujuan mendukung peternak lokal dan menjaga pasokan daging meskipun tidak selalu berupa kerjasama formal dengan distributor besar.
Misalnya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas Tanaman Pangan,Hortikultura dan Peternakan menyalurkan bantuan ternak sapi Bali kepada kelompok kelompok peternak lokal. Setiap kelompok menerima sejumlah ternak, misalkan 10 ekor sapi dengan tujuan memperkuat produksi ternak di tingkat komunitas dan meningkatkan ketersediaan daging di masyarakat.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk konsumsi daging secukupnya dan seimbang, pilih daging yang aman dan layak konsumsi, perhatikan cara penyimpanan, pengolahan yang higienis, kemudian bijak berbelanja dan hindari panik buying, dan waspada kesehatan selama puasa," jelasnya.