Warga dan Sopir Keluhkan Kemacetan Panjang di Jembatan Darurat Simpang Temelat Musi Rawas
Kondisi jembatan darurat di simpang temelat yang memprihatinkan.--
MUSI RAWAS, K0RANLINGGAUPOS.ID - Kondisi jembatan darurat Simpang Temelat di Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, semakin memprihatinkan.
Hampir setiap hari, jembatan tersebut menjadi titik kemacetan dengan antrean panjang kendaraan roda empat, baik kendaraan pribadi maupun truk angkutan.
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat jembatan darurat itu hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat secara bergantian. Sistem buka-tutup yang diberlakukan menyebabkan kendaraan dari dua arah harus saling menunggu, bahkan hingga berjam-jam, untuk bisa melintas.
Kondisi ini pun berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Sejumlah warga dan para sopir mengeluhkan terhambatnya kegiatan ekonomi dan distribusi barang akibat kemacetan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.
BACA JUGA:Urai Kemacetan, 4 Flyover Jalur Lintasan Kereta Api Sedang Dibangun di Sumsel
BACA JUGA:Urai Kemacetan Jalintim Palembang - Betung, Jalan Tol Musi Pait - Pulau Rimau Telah Dibuka
Tak hanya itu, kondisi fisik jembatan darurat juga dinilai sudah rusak. Alas jembatan yang masih menggunakan papan kayu tampak berantakan dan tidak tersusun rapi. Akibatnya, tak sedikit kendaraan yang terjebak di tengah jembatan, sehingga memperparah kemacetan.
Andri, salah seorang warga setempat yang berprofesi sebagai pengepul karet, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan permanen Simpang Temelat telah berlangsung lebih dari dua bulan terakhir, namun hingga kini belum juga rampung.
“Sejak pembangunan jembatan permanen dimulai, diberlakukan jembatan darurat supaya arus lalu lintas tetap berjalan. Tapi sekarang jembatan daruratnya sudah rusak, hampir tiap hari ada kendaraan yang terjebak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan darurat tersebut hanya bisa dilalui satu mobil dalam satu waktu, sehingga kendaraan dari arah berlawanan harus menunggu cukup lama.
BACA JUGA:Tidak Macet Lagi, Pasar 16 Ilir Palembang Kini Lebih Terta
BACA JUGA:Mau Mudik Bebas Macet? Tol Palembang–Betung Dipastikan Siap Pakai Lebaran 2026
“Kadang nunggu sampai dua jam,” ungkapnya.
Menurut Andri, kondisi ini sangat mengganggu aktivitasnya sebagai pengepul karet. Bahkan, meskipun lokasi usahanya berada tepat di seberang jembatan, ia tetap harus mengantre berjam-jam untuk melintas.