Empat Kali Jadwal Keberangkatan Tertunda, Calon Jemaah Umrah Mengaku Kecewa

Puluhan keluarga calon jamaah kini bersiap melangkah ke kantor polisi melaporkan penyalur dan travel umrah ke Polisi. - Foto: Dok. Sumeks -

SUMSEL, KORANLINGGAUPOS.ID - Belasan warga Desa Mangun Sari atau Desa Bukit Timur, Kecamatan Jarai yang berniat ibadah umrah justru berubah menjadi cerita panjang penuh kekecewaan.

Sudah empat kali jadwal keberangkatan dijanjikan. Empat kali pula harapan itu kandas.

Dilansir dari sumateraekspres.id, puluhan keluarga calon jamaah kini bersiap melangkah ke kantor polisi.

Mereka menduga telah menjadi korban penipuan perjalanan umrah yang melibatkan AI serta penyalur bernama RI, yang mengatasnamakan biro perjalanan umroh berinisial JW. 

BACA JUGA:SDN 45 Lubuk Linggau Biasakan Siswa Sholat Dhuha Berjamaah

BACA JUGA:Alhamdulillah, Jamaah Umroh BMMT Travel Sudah Tiba di Tanah Air

Keberangkatan yang semula dijanjikan pada 20 November 2025, lalu 5 Desember 2025, kembali diundur ke 26 Januari 2026, hingga terakhir 5 Februari 2026, tak satu pun terealisasi.

Warianti masih ingat betul bagaimana ibunya menyiapkan diri.

Dari fisik, mental, hingga perlengkapan ibadah.

Namun yang datang justru kabar penundaan demi penundaan.

BACA JUGA:RSUD Sekayu Segera Jadi Tempat Vaksinasi Internasional Jamaah Umroh dan Haji

BACA JUGA:Pemulangan Jemaah Haji Berakhir, Namun Masih Ada Jamaah di Arab Saudi

"Awalnya alasan visa belum terbit. Lalu diundur lagi. Bahkan sudah dibuat surat pernyataan di kantor desa, disaksikan Kepala Desa dan jamaah. Tapi tetap saja gagal,” jelasnya lirih.

Padahal, paspor jamaah telah selesai. Nama-nama calon jamaah pun sudah tercantum. Namun keberangkatan selalu berakhir dengan alasan baru yang dinilai tak masuk akal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan