Seorang Mantan Anggota DPRD Sebut MBG Basi, Disdik Muratara Beri Penjelasan
Postingan video yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kondisi nasi dan tahu sudah berjamur dan ayam yang basi. - Foto : sc video beritamuratara-
MURATARA, KORANLINGGAUPOS.ID - Masyarakat dihebohkan dengan postingan video yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kondisi nasi dan tahu sudah berjamur dan ayam yang basi.
Dalam video tersebut mantan Anggota DPRD Kabupaten Muratara inisial MH yang juga sebagai orang tua mengaku tidak terima dan langsung mendatangi sekolah anaknya yang diketahui di SDN 1 Surulangun Kecamatan Rawas Ulu.
Namun, hal tersebut langsung dibantah oleh pihak SPPG. Kepala SPPG Sungai Jauh, Priban Siswanto menegaskan menu MBG basi dalam video tersebut tidak benar.
"Kita juga sudah kroscek ke sekolah, dan pihak sekolah menjelaskan menu MBG itu diberikan, Sabtu 7 Februari 2026. Sementara baru dibuat video hingga viral Rabu 11 Februari 2026," jelasnya.
BACA JUGA:Hingga Februari 2026, 32 Dapur MBG Aktif di Kabupaten Musi Rawas
BACA JUGA:Suzuki Carry Pick Up 2026 Dinilai Ideal Jadi Mobil MBG, Ini Alasannya
Ia menjelaskan, hari tersebut menu MBG di sekolah tersebut ayam rica-rica, sementara Sabtu ayam gulai.
"Pihak sekolah juga membenarkan, menu MBG viral itu menu Sabtu. Makanan itu disalin oleh anak tersebut ke kotak makan miliknya sendiri dan baru dibawa pulang ke rumah, Rabu 11 Februari 2026," jelasnya.
Karena merasa pihaknya dirugikan atas video tersebut pihaknya melaporkan hal tersebut ke Mapolres Muratara atas tuduhan pencemaran nama baik."Kemarin sudah kami laporkan ke Unit Pidsus Polres Muratara. Kami melaporkan MH yang membuat video viral tersebut," ungkapnya.
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Muratara, Ipda Hendra membenarkan adanya laporan tersebut.
BACA JUGA:Viral Video Menu MBG di Muratara Basi. SPPG Tak Terima Lapor ke Polisi
BACA JUGA:Dijamin Langsung Jadi PPPK, ini Tugas Kepala SPPG, Akuntan dan Ahli Gizi Dapur MBG
"Kemarin pihak SPPG Sungai Jauh datang ke Polres Muratara untuk membuat laporan terkait viralnya video tersebut. Pihak SPPG kurang berkenan dengan postingan tersebut, karena merugikan pihak mereka. Dan keterangan mereka menu tersebut bukan menu di hari itu, tapi beberapa hari sebelumnya," jelas Hendra.
Karena keberatan, mereka melaporkan wali murid yang memposting vidoe tersebut.