Virus Nipah Belum Ada Obatnya, Dinkes Muratara Beberkan Ciri-cirinya
Tasman, SST., M.Si --
MURATARA, KORANLINGGAUPOS.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terima surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewaspadaan Virus Nipah.
Menurut Kepala Dinkes Muratara, Tasman, SST., M.Si surat edaran tersebut sudah ditindaklanjuti dengan cara disosialisasikan ke Puskesmas, Rumah Sakit dan Laboratorium Kesehatan (Labkesmas).
"Surat edaran dari Kemenkes RI dan Dinkes Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah kami sosialisasikan ke puskesmas, rumah sakit dan Labkesmas, termasuk memanfaatkan media sosial untuk edukasi sudah kali lakukan," tambahnya.
Ia menjelaskan Virus Nipah disebabkan oleh virus Nipah (genus hantavirus) an famili Paramyxoviridae).
Host alamiahnya dari kelelawar buah dalam famili Pteropodidae.
Teridentifikasi pertama kali pada ternak babi di Sungai Nipah Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura. Tingkat kematian penderita Virus Nipah 40-75 persen.
Tasman menyampaikan kenali gejala Virus Nipah diantaranya demam, tenggorokan sakit, sakit kepala, hilang sadar, nyeri otot, muntah. "Peradangan otak muncul untuk kasus yang sudah berat," jelasnya.
Kenali cara penularan Virus Nipah, pertama kontak langsung dengan hewan (urin, air liur, darah atau sekresi pernapasan) yang terinfeksi.
Konsumsi daging mentah dari hewan yang terinversi atau produk makanan mentah yang telah terkontaminasi.
Kontak dengan orang yang terinfeksi atau cairannya seperti droplet, urin, atau darah.
Tasman menyebutkan cara pencegahannya : hindari kontak langsung dengan hewan yang beresiko seperti kelelawar dan babi. Pastikan mencuci buah dan sayur sebelum mengkonsumsinya. Gunakan APD (Alat Pelindung Diri) ketika membersihkan kotoran hewan yang berisiko.
Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit. Pastikan daging hewan dimasak dengan baik, hindari konsumsi daging mentah.